0 menit baca 0 %

Penyuluh KUA Pinggir Berkarya: Dari Dakwah Lisan Menuju Dakwah Digital

Ringkasan: Bukit Batu (Kemenag) Para Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pinggir terus menunjukkan semangat dan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi dakwah di era digital. Hal ini tampak dari keikutsertaan seluruh penyuluh KUA Pinggir dalam Pelatihan Pembuatan Konten Materi Penyu...

Bukit Batu (Kemenag) — Para Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pinggir terus menunjukkan semangat dan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi dakwah di era digital. Hal ini tampak dari keikutsertaan seluruh penyuluh KUA Pinggir dalam Pelatihan Pembuatan Konten Materi Penyuluhan Tingkat Kabupaten Bengkalis, yang digelar oleh Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis pada Kamis, 9 Oktober 2025, bertempat di Aula KUA Kecamatan Bukit Batu.

Kegiatan pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Kepala KUA Kecamatan Bukit Batu, Ahmad Syahril, S.Ag. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa dakwah di era sekarang menuntut inovasi dan kreativitas agar pesan keagamaan dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan mudah diterima masyarakat.

"Dakwah tidak lagi hanya di mimbar, tapi juga bisa hadir di layar gawai. Penyuluh agama harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi agar pesan keagamaan tetap hidup dan menjangkau generasi muda,” ujar Ahmad Syahril.

Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber inspiratif. Narasumber pertama, Denny Febriansyah, S.Sy., M.Litt., yang merupakan Penyuluh Agama KUA Dumai Selatan, membawakan materi “Pembuatan Konten Dakwah melalui Aplikasi Digital.” Ia memberikan panduan praktis membuat video, desain, serta konten informatif menggunakan berbagai aplikasi populer yang mudah diakses.

Sesi kedua diisi oleh Masrizal, S.Ag., M.H., Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Provinsi Riau, yang menyampaikan materi “Tugas dan Tanggung Jawab Penyuluh Agama.” Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa penyuluh tidak hanya berperan sebagai penyampai pesan keagamaan, tetapi juga sebagai teladan moral, agen perubahan sosial, dan pelopor moderasi beragama di tengah masyarakat.

"Penyuluh itu bukan sekadar profesi, tetapi panggilan hati. Ketulusan, integritas, dan inovasi adalah kunci agar dakwah tetap relevan dan menyentuh,” ungkap Masrizal penuh semangat.

Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Pinggir, R. Hadi Peratama Jaya, S.H., memberikan apresiasi kepada seluruh penyuluh yang aktif mengikuti kegiatan tersebut.

"Kami bangga dengan semangat para penyuluh KUA Pinggir. Pelatihan seperti ini menjadi bekal penting untuk melahirkan konten dakwah yang inspiratif, edukatif, dan sesuai nilai-nilai moderasi beragama,” ujarnya.

Salah satu peserta, Yessi Novrianty, mengaku mendapatkan banyak inspirasi baru dari kegiatan ini. "Pelatihan ini membuka wawasan kami bahwa berdakwah tidak harus selalu tatap muka. Dengan kreativitas dan semangat, pesan dakwah bisa menjangkau lebih luas melalui media sosial. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar dan berinovasi,” tutur Yessi dengan penuh antusias.

Adapun penyuluh KUA Pinggir yang mengikuti kegiatan ini adalah Lihot Simamora, S.Pd.I; Sarkawi, S.Pd; Baijuri, S.H.I; Yessi Novrianty, S.Pd; dan Ahmad Dumairi, S.Sos.I.

Melalui kegiatan ini, penyuluh agama diharapkan tidak hanya mahir berdakwah secara lisan, tetapi juga mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah kreatif. Kehadiran mereka di dunia maya diharapkan dapat membawa warna positif, menebar pesan kedamaian, dan memperkuat literasi keagamaan masyarakat.

Pelatihan ini menjadi langkah nyata Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis dalam mendorong transformasi dakwah digital, sejalan dengan semangat “Penyuluh Hebat, Indonesia Bermartabat.”