Bantan (Kemenag) – Penyuluh
Agama Islam (PAI) KUA Kec. Bantan memberikan penyuluhan Bimwin kepada calon
pengantin dengan materi “Pentingnya Pemahaman Reproduksi Dalam Islam” Selasa,
15/07/2025 diruang balai nikah KUA Kec. Bantan.
Kantor Urusan Agama (KUA)
Kecamatan Bantan melaksanakan kegiatan penyuluhan Bimbingan Perkawinan (Binwin)
bagi para calon pengantin diikuti oleh puluhan pasangan calon pengantin dari
berbagai desa di wilayah Kecamatan Bantan.
Dalam penyuluhan tersebut,
penyuluh agama Islam Siti Hidayah, S.Ag menyampaikan bahwa reproduksi merupakan
bagian penting dalam pernikahan yang tidak hanya berdimensi biologis, tetapi
juga bernilai ibadah dan amanah dari Allah SWT.
“Islam tidak hanya mengatur
ibadah mahdhah seperti salat dan puasa, tetapi juga mengatur tata cara
pernikahan, hubungan suami istri, serta tujuan dari reproduksi yang sesuai
dengan syariat,” ujar Siti.
Reproduksi Sebagai Amanah
dan Ibadah
Dalam Islam, melahirkan
keturunan adalah bagian dari tujuan pernikahan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an
yang artinya “Dan Allah menjadikan bagimu istri-istri dari jenismu sendiri dan
menjadikan bagimu dari istri-istrimu itu anak-anak dan cucu-cucu, serta memberimu
rezeki dari yang baik-baik”. (QS. An-Nahl: 72)
Selain itu, Rasulullah SAW
juga menganjurkan umat Islam untuk menikah dan memiliki keturunan. “Nikahilah
wanita yang penyayang dan subur, karena aku akan berbangga dengan banyaknya
umatku pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud)
Penyuluhan ini juga
menekankan pentingnya tanggung jawab dalam merencanakan keluarga, menjaga
kesehatan reproduksi, serta memahami etika hubungan suami istri dalam Islam.
Materi disampaikan secara terpadu antara aspek kesehatan oleh petugas Puskesmas
dan aspek spiritual oleh penyuluh agama.
Tujuan Bimbingan
Kegiatan ini bertujuan untuk
memberikan pemahaman kepada calon pengantin tentang hak dan kewajiban suami
istri dalam hal reproduksi dan menanamkan nilai bahwa anak adalah amanah dan
titipan Allah, bukan semata hasil biologis. serta membekali pasangan agar siap
membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Acara berlangsung dengan
khidmat dan penuh antusias dari peserta. Para peserta mengapresiasi kegiatan
ini dan berharap penyuluhan seperti ini terus dilanjutkan demi menciptakan
keluarga yang sehat lahir dan batin serta sesuai dengan tuntunan agama.
“Kami jadi lebih paham
bagaimana Islam mengatur soal reproduksi dan pentingnya komunikasi suami istri.
Sangat bermanfaat,” ujar salah satu peserta, Fitri (25 tahun), usai kegiatan.