0 menit baca 0 %

Penyuluhan Buta Aksara Al-Qur'an di MTsN 3 Kuansing: Belajar Mengaji Tak Kenal Usia

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Belajar mengaji adalah aktivitas yang sangat penting bagi umat Islam dan tidak ada batasan usia untuk mempelajari Al-Qur'an. Hal ini disampaikan oleh Endriadi, Penyuluh Agama Islam yang hadir dalam kegiatan penyuluhan buta aksara Al-Qur'an di MTsN 3 Kuansing.

Kuansing (Kemenag) – Belajar mengaji adalah aktivitas yang sangat penting bagi umat Islam dan tidak ada batasan usia untuk mempelajari Al-Qur'an. Hal ini disampaikan oleh Endriadi, Penyuluh Agama Islam yang hadir dalam kegiatan penyuluhan buta aksara Al-Qur'an di MTsN 3 Kuansing. "Baik anak-anak maupun orang dewasa dapat belajar mengaji untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, serta memahami kandungan ayat-ayat-Nya sebagai pedoman hidup," ujarnya.

Kegiatan belajar mengaji ini tidak hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga dapat mempererat tali silaturahmi antar sesama muslim. Dengan belajar bersama, seseorang dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini terlihat dalam kegiatan penyuluhan buta aksara Al-Qur'an di MTsN 3 Kuansing, yang diadakan pada 4 Agustus 2025. Dalam kegiatan tersebut, terdapat delapan orang santri yang masih belum mengenal huruf hijaiyah atau berada dalam tingkatan Iqra, meskipun usia mereka sudah memasuki usia remaja.

Endriadi juga menyampaikan, "Di usia mereka, banyak yang sudah bisa mengaji, namun ternyata masih ada yang belum bisa. Namun, semangat mereka patut diapresiasi. Belajar mengaji tak mengenal usia."

Selain meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an, belajar mengaji juga membantu dalam memahami bahasa Arab. Oleh karena itu, tidak ada kata terlambat untuk memulai belajar mengaji. Dengan tekad dan kesungguhan, setiap individu dapat mempelajari Al-Qur'an, memperkuat iman, dan meningkatkan taqwa kepada Allah SWT.

Penyuluhan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menjadikan belajar mengaji sebagai bagian dari rutinitas kehidupan sehari-hari, sehingga dapat lebih dekat dengan ajaran agama Islam. (*)