Rokan Hilir (Kemenag) - Dalam kegiatan penyuluhan yang digelar di Kepenghuluan Sungai Sialang pada Jumat, (10/10/25) sore. Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Batu Hampar, Syafruddin, terlihat antusias memaparkan materi seputar bab wudhu kepada jemaah perwiritan ibu ibu Masjid An-Nur.
Mengawali penyampaiannya, Syafruddin menegaskan pentingnya memahami tata cara wudhu yang benar sebagai salah satu syarat sahnya shalat. Ia menekankan bahwa wudhu bukan sekadar ritual membasuh anggota tubuh, melainkan sarana penyucian diri lahir dan batin sebelum menghadap Allah SWT.Â
"Ketika seseorang berwudhu dengan penuh kesadaran dan niat yang benar, maka bukan hanya tubuh yang bersih, tetapi juga hatinya akan dijauhkan dari dosa kecil," ujarnya di hadapan jemaah.
Lebih lanjut, Ia menerangkan secara utuh dan terperinci tentang rukun wudhu, sunnah wudhu dan hal-hal yang membatalkan wudhu. Tak hanya itu, Ia juga mengulas syarat sah wudhu termasuk doa yang terkait dengan bahasa yang mudah dipahami.
Menutup kajiannya, Ia menekankan pentingnya menjaga kesempurnaan wudhu dalam kehidupan sehari-hari, karena dari kebersihan lahir inilah terpancar kesucian batin seorang muslim. "Kalau wudhu kita sempurna, insya Allah shalat kita juga lebih khusyuk. Semua ibadah berawal dari niat dan kesungguhan dalam menjaga kesucian," tambahnya.
Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, Ia menyampaikan materi dengan gaya interaktif, mengajak jamaah untuk berpartisipasi aktif melalui tanya jawab. Suasana penyuluhan pun terasa hidup, diselingi canda ringan namun tetap sarat dengan makna dan nilai-nilai keagamaan.
Melalui kegiatan ini, Syafruddin menunjukkan peran aktif PAI dalam memberikan pencerahan dan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan desa binaannya. (Sf/Humas)