0 menit baca 0 %

Penyuluhan Keagamaan PAI Singingi Hilir: Mengingat Kematian, Menguatkan Keimanan

Ringkasan: Kemenag (Kuansing)Singingi Hilir, 11 September 2025 Dalam upaya terus memperkuat pemahaman keagamaan dan memperluas eksistensi di tengah masyarakat, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Singingi Hilir, Apris Siaminingsi, kembali melaksanakan kegiatan penyuluhan yang sarat makna.


Kemenag (Kuansing)

Singingi Hilir, 11 September 2025 – Dalam upaya terus memperkuat pemahaman keagamaan dan memperluas eksistensi di tengah masyarakat, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kecamatan Singingi Hilir, Apris Siaminingsi, kembali melaksanakan kegiatan penyuluhan yang sarat makna. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 11 September 2025 pukul 14.00 WIB hingga selesai, bertempat di rumah Ibu Romlah, yang berlokasi di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.

Materi yang diangkat kali ini sangat menyentuh dan relevan bagi setiap muslim, yakni tema "Mengingat Kematian". Kegiatan ini bukan hanya menjadi wadah untuk menambah ilmu agama, namun juga menjadi momentum reflektif bagi para jamaah dalam memperbaiki kualitas keimanan dan amal ibadah mereka.

Dengan latar belakang masyarakat yang religius dan memiliki antusiasme tinggi terhadap kegiatan keagamaan, penyuluhan ini disambut dengan penuh syukur dan semangat. Terlihat dari kehadiran para jamaah yang memadati lokasi kegiatan, mulai dari kalangan ibu-ibu, bapak-bapak, hingga generasi muda yang turut serta mendengarkan dengan khidmat.

Dalam penyampaiannya, Apris Siaminingsi menekankan bahwa kematian adalah kepastian yang tidak dapat ditunda dan harus selalu diingat sebagai pengingat bahwa hidup di dunia hanyalah sementara. “Mengapa kita harus sering mengingat mati? Karena dengan mengingat mati, hati menjadi lebih lembut, pikiran menjadi lebih jernih, dan amal kebaikan akan senantiasa dikejar sebelum waktu habis,” ujarnya.

Beliau juga mengutip hadits Nabi Muhammad SAW, “Perbanyaklah mengingat penghancur kenikmatan, yaitu kematian” (HR. Tirmidzi), sebagai landasan penting dalam menyampaikan materi. Dalam suasana yang hening dan penuh penghayatan, para jamaah mendengarkan dengan seksama. Beberapa di antara mereka tampak terharu dan menitikkan air mata, mengingat betapa pentingnya mempersiapkan bekal akhirat sejak dini.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana para peserta dengan antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar kehidupan setelah mati, pentingnya taubat, serta amal-amal apa saja yang dapat menyelamatkan seseorang di akhirat kelak. Penyuluh memberikan jawaban yang menenangkan dan disertai dengan rujukan-rujukan syar’i, sehingga semakin memperkuat keyakinan para jamaah.

Kegiatan penyuluhan ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran Penyuluh Agama Islam sangat dibutuhkan di tengah masyarakat. Dengan metode pendekatan yang santun, bahasa yang mudah dipahami, dan topik yang menyentuh aspek kehidupan, masyarakat merasa semakin dekat dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Diharapkan ke depan, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut secara rutin dan menjangkau lebih banyak desa di wilayah Kecamatan Singingi Hilir. Tak hanya membina masyarakat secara spiritual, tetapi juga membentuk pribadi muslim yang sadar akan tujuan hidup dan senantiasa siap menghadapi kematian dengan iman dan amal saleh.

Penyuluh Agama Islam juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadikan momen penyuluhan sebagai seremonial belaka, tetapi benar-benar mengimplementasikan nilai-nilai yang telah disampaikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita jadikan kematian sebagai cermin untuk memperbaiki hidup, bukan sebagai ketakutan yang melemahkan. Dengan begitu, setiap hari yang kita jalani adalah bagian dari persiapan menuju kehidupan yang abadi di akhirat kelak,” tutup Apris Siaminingsi dalam penyuluhan tersebut.(MB)