0 menit baca 0 %

Peran Sentral Penyuluh Agama dalam Menggelar Pengajian Majelis Taklim Adzkia

Ringkasan: Tembilahan (Kemenag) Kegiatan rutin pengajian di Majelis Taklim Adzkia, Jalan Pekan Arba, Gang Cendana, pada Kamis (10/7/2025), tidak hanya menjadi wadah syiar Islam, tetapi juga menyoroti peran sentral seorang Penyuluh Agama Islam dalam membina dan menggerakkan komunitas keagamaan.

Tembilahan (Kemenag) – Kegiatan rutin pengajian di Majelis Taklim Adzkia, Jalan Pekan Arba, Gang Cendana, pada Kamis (10/7/2025), tidak hanya menjadi wadah syiar Islam, tetapi juga menyoroti peran sentral seorang Penyuluh Agama Islam dalam membina dan menggerakkan komunitas keagamaan. Pada kesempatan ini, sang penyuluh Hapidah tidak hanya berpartisipasi sebagai audiens, tetapi juga mengemban tugas penting sebagai Master of Ceremony (MC).

Pengajian yang dimulai pukul 14.00 WIB ini menghadirkan tokoh agama, Ustadz KH. Ahmad Khusairi, yang menyampaikan tausiah mendalam mengenai sifat-sifat mulia yang patut diteladani dari Nabi Muhammad SAW, yaitu Shiddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan), dan Fathanah (cerdas). Materi ini bersumber dari Kitab Sifat 20 karangan Al-Habib Ustman bin Yahya Mufti Betawi.

Kehadiran dan peran aktif penyuluh agama ini menjadi kunci suksesnya acara. Sebagai MC, ia memastikan jalannya pengajian berlangsung lancar dan tertib, dari pembukaan hingga penutup. Hal ini menunjukkan dedikasi para penyuluh agama dalam memfasilitasi kebutuhan spiritual masyarakat.

"Peran penyuluh agama sangat vital dalam menjaga dan menghidupkan kegiatan keagamaan di tengah Masyarakat. Mereka bukan hanya fasilitator, tetapi juga inspirator bagi masyarakat untuk terus belajar dan mengamalkan ajaran agama," ujar Ustadz Ahmad Khusairi usai kegiatan.

Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Hapidah mengatakan bahwa tugas sebagai penyuluh agama bukan hanya berdakwah tetapi memastikan acara keagamaan berjalan aktif. "Sebagai penyuluh agama, tugas kami bukan hanya menyampaikan dakwah, tetapi juga memastikan kegiatan keagamaan di masyarakat berjalan aktif dan terorganisir dengan baik. Menjadi MC hari ini adalah bagian dari dedikasi kami untuk membina Jemaah,” ujar Hapidah.

Melalui kegiatan seperti ini, penyuluh agama Islam berperan aktif dalam mempererat tali silaturahmi antarwarga dan meningkatkan pemahaman keagamaan secara praktis. Kontribusi mereka tidak hanya terbatas pada ceramah, tetapi juga dalam mengorganisir dan memastikan keberlanjutan majelis-majelis taklim, menjadikan mereka garda terdepan dalam pembinaan umat. (Ria)