0 menit baca 0 %

Peranan Masyarakat Dalam Pembangunan Bidang Agama Jauh Lebih Besar Dibandingkan Peran Pemerintah

Ringkasan: Dumai (18/1) Humas- Pembangunan bidang agama adalah merupakan salah satu program pemerintah yang dijamin oleh undang-undang. Pembangunan bidang agama harus dapat menjiwai atau menjadi ruh bagi pembangunan bidang-bidang lainnya. Sejarah mencatat bahwa, pelaksanaan pembangunan bidang agama lebih banya...
Dumai (18/1) Humas- Pembangunan bidang agama adalah merupakan salah satu program pemerintah yang dijamin oleh undang-undang. Pembangunan bidang agama harus dapat menjiwai atau menjadi ruh bagi pembangunan bidang-bidang lainnya. Sejarah mencatat bahwa, pelaksanaan pembangunan bidang agama lebih banyak dilaksanakan oleh masyarakat atau dalam kata lain peranan masyarakat jauh lebih besar dibandingkan dengan peranan pemerintah, termasuk Departemen Agama. Demikian disampaikan Kepala Kanwil Depag Riau Drs. H. Asyari Nur, SH. MM. dalam sambutannya pada Temu Ramah Kepala Kanwil Depag Riau Bersama Walikota Dumai Dalam Rangka Exepose Pembangunan Keagamaan Provinsi Riau Tahun 2010 pada hari Kamis, 14 Januari 2010 bertempat di Hotel Grand Zury Kota Dumai. Hadir dalam acara tersebut, Walikota Dumai, Kepala Kandepag Kota Dumai selaku tuan rumah, Kabid Penamas Kanwil Depag Riau H. M. Saman, S.Sos. M.Si, Kepala Sub Bagian Hukmas dan KUB Kanwil Depag Riau Drs. H. Ahmad Supardi Hasibuan, MA. Kabid Mapenda yang diwakili oleh Kasi Kelembagaan Drs. H. Saifunnajar, M.Hum. Pimpinan Instansi Pemerintah Kota Dumai, Tokoh Agama, para Mursyid/guru suluk, tokoh masyarakat, dan para undangan lainnya, yang berjumlah sekitar 150 orang. Asyari Nur, yang juga tokoh thariqat naqsabandiyah ini menyatakan, seorang ulama ataupun tokoh agama adalah merupakan figure dan panutan umat. Seorang ulama, banyak ilmunya, kental ibadahnya dan nasihatnya menyejukkan umat. Oleh karenanya tidak perlu heran, kenapa para pejabat sering mendatangi ulama dan meminta nasihat. Berbeda halnya dengan masa kini, banyak ulama kita yang tidak lagi jadi panutan. Rais Syuriyah NU Provinsi Riau ini lebih lanjut memaparkan Lima Program Pokok Departemen Agama. Pertama, Peningkatan Pemahaman dan Pengamalan Agama. Kedua, Peningkatan Kerukunan Umat Beragama. Ketiga, Peningkatan Pendidikan Agama dan Keagamaan. Keempat, Peningkatan Pelayanan Ibadah Haji. Dan Kelima, Peningkatan Tata Kelola Pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Walikota Dumai, Zulkifli AS dalam sambutannya menyatakan, rasa gembira dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya atas pelaksanaan kegiatan ini, sebab dengan kegiatan ini, maka Pemerintah Kota Dumai beserta jajarannya dapat memahami tentang arah dan strategi pembangunan bidang agama dan keagamaan di Provinsi Riau pada umumnya dan di Kota Dumai pada khususnya. Dikatakannya, Pemerintah Kota Dumai dari tahun ke tahun mempunyai komitmen yang sangat kuat untuk membantu pelaksanaan pembangunan bidang agama dan keagamaan, sebab Pemko menyadari, pembangunan bidang agama mempunyai peranan penting dalam pembangunan manusia. Pembangunan manusia, bukan hanya soal fisiknya saja, tetapi yang terpenting lagi adalah mentalitasnya. Dalam hal ini, peranan Departemen Agama sangat menentukan. Untuk itu, kata Zulkifli AS yang berencana maju lagi dalam PILKADA Kota Dumai mendatang, pembangunan bidang agama dan keagamaan harus dapat dilaksanakan secara bersama-sama, terpadu antara satu sector dengan sector lain, serta harus dapat bersinergi secara lintas sektoral. Tanpa ini, maka pembangunan bidang agama dan keagamaan tidak akan dapat mencapai hasil yang memuaskan. Sementara itu, Kepala Kantor Departemen Agama Kota Dumai Drs. H. Darawi yang baru saja pulang menunaikan ibadah haji ke Baitullah, menyatakan bahwa selama ini Pemerintah Daerah Kota Dumai telah banyak membantu program pembangunan bidang agama dan keagamaan. Salah satunya adalah Pemko Dumai membiayai 100 persen biaya domestic jamaah haji Kota Dumai. Pemkoa Dumai juga membanytu guru-guru agama, guru ngaji, guru MDA, TPA, Pondok Pesantren dan lain sebagainya.(Ash)***