0 menit baca 0 %

PERANAN PAI NON PNS (M. SOLIHIN) DI KEGIATAN MALAM RAMADHAN

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Penyuluh Agama Islam PNS maupun Non PNS merupakan suri tauladan di tengah-tengah kehidupan masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang tempat tinggalnya berdekatan ataupun satu lokasi dengan Penyuluh Agama Islam itu sendiri. Hal tersebut tentu harus dipraktekkan dengan kesale...

Indragiri Hulu, (Inmas). Penyuluh Agama Islam PNS maupun Non PNS merupakan suri tauladan di tengah-tengah kehidupan masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang tempat tinggalnya berdekatan ataupun satu lokasi dengan Penyuluh Agama Islam itu sendiri. Hal tersebut tentu harus dipraktekkan dengan kesalehan hidup, penguasaan nilai-nilai keagamaan, serta sikap, perilaku dan budi pekerti yang terpuji, sehingga menjadi teladan di tengah โ€“tengah kehidupan masyarakat sekitar.
Penyuluh Agama Islam selain sebagai figur juga berperan sebagai pemimpin masyarakat, sebagai imam dalam masalah agama dan masalah kemasyarakatan serta masalah kenegaraan dalam rangka menyukseskan program pemerintah. Dengan kepemimpinannya, penyuluh agama Islam tidak hanya memberikan penerangan dalam bentuk ucapan-ucapan dan kata-kata saja, akan tetapi mengamalkan dan melaksanakan apa yang dianjurkannya sehingga masyarakat dengan penuh kesadaran dan keikhlasan mengikuti petunjuk dan ajakannya serta memberikan kepercayaan maupun amanah terhadap dirinya.
Bahwa dalam rangka untuk menambah pengetahuan maupun wawasan tentang agama Islam serta upaya peningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dimasa Ibadah Puasa Ramadhan, maka Pengurus Masjid,ย  Mushalla maupun Surau melaksanakan kegiatan Santapan Rohani Ramadhan sebelum pelaksanaan Shalat Tarawih Berjamaah.
Kamis 22 April 2021, Penyuluh Agama Islam Non PNS kecamatan Lubuk Batu Jaya atas nama Muhamad Solihin, M.Pd (urutt satu dari sisi kiri gambar) mengisi Santapan Rohani Ramadhan di Surau Al- Huda Air Molek I Kecamatan Pasir Penyu dengan tema: Mensyukuri Nikmat Allah SWT.
Puasa Ramadhan 1442 H telah kita jalani selama 10 hari, Mari Kita Jaga Ibadah Puasa Ramadhan Kita Agar Tidak Mendapatkan Lapar dan Dahaga Semata, Selanjutnya Kita Implementasikan Dalam Segala Aktifitas Kehidupan, demikian penutup tausiyah M. Solihin.(tulang)