Perempuan Penyeimbang dalam Kehidupan
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Perempuan khususnya Ibu- ibu yang tergabung dalam persatuan Dharma Wanita memegang peranan yang sangat penting dalam mendukung tugas suami dan menciptakan keluarga yang harmonis, sehingga lahirlah keseimbangan dalam kehidiupan antara karier suami dan keluarga.
Pekanbaru (Humas)- Perempuan khususnya Ibu- ibu yang tergabung dalam persatuan Dharma Wanita memegang peranan yang sangat penting dalam mendukung tugas suami dan menciptakan keluarga yang harmonis, sehingga lahirlah keseimbangan dalam kehidiupan antara karier suami dan keluarga. Untuk itu, demi mencapai keseimbangan tersebut antara suamu dan istri harus ada toleransi dan saling pengertian dalam menjalankan tugas dan peran masing-masing.
Demikian salah satu inti yang diungkapkan Drs H Syafunnajara MH, pada uraian Isra` Miraj Dharma Wanita Persatuan (DPW) Kementerian Agama (kemenag) Provinsi Riau yang berlangsung di Aula Kemenag, Jumat (16/7) kemarin.
Menurutnya, dengan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang ditaja oleh DPW Kemenag Riau menunjukkan kepedulian dan tingkatkan partisipasi yang tinggi kaum ibu dalam membangun moral dan agama selain untuk mempererat tali silaturahmi diantara diantara sesama ibu-ibu dilingkungan Kemenag Riau.
"Organisasi wanita juga bisa berperan sebagai media dakwah untuk menciptakan manusia yang berakhlak mulia dan bermoral dan menciptakan generasi-generasi yang bermoral dan berakhlak mulia sesuai tuntunan agamam" ungkapnya.
Syaifunnajar memaparkan, Isra merupakan upaya pencarian untuk mengentaskan kegelapan, jika dikaitkan dengan kehidupan saat ini maka dapat diartikan sebagai makna kehidupana yang tidak pernah lepas dari kegulitaan atau permasalahan-permasalahan hidup. "Sikap dan upaya kitalah apakah kita bisa mengatasi permasalahan tersebut," ucapnya.
Mi`raj melambangkan sebuah upaya untuk melakukan peningkatan-peningkatan dalam hidup, baik dari sisi kualitas maupun perbuatan sehari-hari. "Apa yang dilakukan oleh DWP merupakan upaya untuk melakukan peningkatan-peningkatan dibidang syiar agama sekaligus lebih mempererat tali silaturrahim antara kaum perempuan," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DWP Kemenag Riau, Hj Rosmawati, mengatakan pertemuan bulanan DWP merupakan program rutin yang dilaksanakan tiap bulannya. Namun jika bersempena dengan hari besar keagamaan, maka kegiatan tersebut selalu dirangkai dengan peringatan hari besara keagamaan tersebut.
"Ini merupakan upaya kita untuk tetap menjalin silaturrahmi sekaligus menyebarkan syiar agama. Selain itu, kita di DWP juga menggelar berbagai program yang mendukung perkembangan keagamaan, khususnya dilingkungan Kemenag Riau. Dalam waktu dekat kita akan membuka program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Tempat Penitipan Anak," ujarnya. (msd)