Kampar ( Kemenag )--Memasuki pekan pertama setelah bulan suci Ramadhan, Penyuluh Agama Islam Fungsional Kecamatan Kampa, Dr. Mardiana, S.H.I., M.H., kembali melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 21 April 2025, dengan sasaran kelompok binaan bernama "Cendekia", yang terdiri dari pimpinan dan karyawan PT Capella Honda Kampar.
Kegiatan bimbingan ini merupakan yang pertama setelah bulan Ramadhan 1446 H, dan diangkat dengan tema yang menyentuh:"Sayangi Dirimu dan Maafkan Saudaramu."
Dalam paparannya, Dr. Mardiana mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momen Syawal sebagai sarana introspeksi dan peningkatan kualitas diri, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia.
"Sering kali kita memaafkan orang lain dengan lisan, namun masih menyimpan luka dalam hati. Padahal sejatinya, memaafkan itu adalah jalan menuju kedamaian batin, dan bentuk kasih sayang terhadap diri sendiri. Saat kita memaafkan, kita sebenarnya sedang membebaskan diri kita dari beban masa lalu," ungkapnya dalam sesi penyuluhan tersebut.
Beliau juga menekankan pentingnya merawat jiwa pasca Ramadhan dengan menjaga semangat ibadah, memperbanyak amal kebaikan, dan tetap menjaga hubungan harmonis di tempat kerja. Tema yang diangkat ini dirasa relevan, mengingat kehidupan sosial dalam dunia kerja tak jarang diwarnai oleh gesekan, persaingan, dan tekanan.
Kegiatan ini disambut hangat oleh manajemen dan karyawan PT Capella Honda Kampar. Para peserta tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan, dan beberapa bahkan turut menyampaikan pertanyaan serta pengalaman pribadi terkait pengendalian emosi, konflik di tempat kerja, dan bagaimana menjaga ketenangan dalam situasi yang menantang.
Pihak perusahaan pun memberikan apresiasi terhadap keberlanjutan program penyuluhan keagamaan ini. Selain sebagai bentuk pembinaan rohani, kegiatan ini dinilai mampu menumbuhkan etos kerja yang lebih sehat, memperkuat nilai-nilai moral, dan meningkatkan keharmonisan antarpegawai.
Dr. Mardiana juga menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini terus dapat dilaksanakan secara rutin. Selain sebagai bagian dari tugas penyuluh agama, kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata kehadiran Kementerian Agama di tengah masyarakat, khususnya dalam membina kehidupan keagamaan di sektor profesional.
"Penyuluhan tidak hanya dilakukan di masjid atau majelis taklim, tetapi juga harus menyasar dunia kerja, karena di sanalah umat berada. Kita hadir untuk memberikan nilai, pencerahan, dan kesejukan spiritual di tengah hiruk-pikuk aktivitas dunia," tutupnya.
Dengan semangat Syawal yang masih hangat, kegiatan ini menjadi langkah awal yang penuh makna untuk memulai kembali rutinitas kerja dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih, dan semangat yang baru. ( Fatmi/Hms KUA Kampa)