0 menit baca 0 %

Perguruan Darud Dawah Wal Irsyad Sei Terap Inhil Dilalap Jago Merah

Ringkasan: Tembilahan (Humas) - Selasa dini hari (22/10), diperkirakan pada pukul 03.00 WIB, Madrasah Aliyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Ibtidaiyah Perguruan Darud Da'wah wal Irsyad Sungai Terap Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengalami musibah berupa kebakaran yang menghanguskan sebany...

Tembilahan (Humas) - Selasa dini hari (22/10), diperkirakan pada pukul 03.00 WIB, Madrasah Aliyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Ibtidaiyah Perguruan Darud Da'wah wal Irsyad Sungai Terap Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengalami musibah berupa kebakaran yang menghanguskan sebanyak 3 RKB  Madrasah Aliyah, 3 RKB Madrasah Tsanawiyah dan 2 RKB Madrasah Ibtidaiyah ditambah dengan ruangan kantor, perpustakaan dan mushalla (jumlah 11 Ruangan).
 
Kejadian ini merupakan peristiwa perdana dalam Kementerian Agama Kabupaten Inhil yang menghabiskan seluruh asset dan dokumen serta lain-lainnya untuk penunjang seluruh kegiatan belajar mengajar pada madrasah.

Pada Rabu 23 Oktober, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Inhil, Drs. H. Azhari, MA yang diwakili Kasi Pendidikan Madrasah, Drs H Jisman MA, bidang Perencanaan Kemenag Inhil, Zainal Abidin SAg dan pengawas serta pegawai di lingkungan Kemenag Kab. Inhil melakukan peninjauan terhadap peristiwa naas tersebut.

Peristiwa kebakaran yang membumihanguskan seluruh bangunan dan dokumen serta alat-alat penunjang belajar lainnya ini masih dalam tahap penyelidikan petugas/aparat kepolisian, tentang apa penyebab terjadinya kebakaran tersebut.

Kepala Kementerian Agama Kab. Inhil menyampaikan ungkapan berduka atas kejadian ini, semoga semua pihak dapat mengambil hikmah serta pelajaran darinya.  Dan untuk kelangsungan proses belajar mengajar, pihak terkait bersama masyarakat serta wali murid dan komite sekolah sepakat untuk meminjam sementara ruang belajar di SD terdekat. “Kiranya semua pihak yang terkait dan punya komitmen terhadap pendidikan agama ini dapat memberikan sumbangsih dan pemecahan masalah terhadap kelangsungan kesulitan belajar siswa yang ada.”

Dari data yang dihimpun, jumlah guru yang mengabdi di madrasah tersebut sebanyak 38 orang, siswa Madrasah Aliyah sebanyak 80 orang, siswa MTs sebanyak 86 orang dan siswa Madrasah Ibtidaiyah sebanyak 80 orang (total 246 orang siswa).
Jumlah kerugian ditaksir mencapai Rp.  800.000.000,- (delapan ratus juta rupiah). (Hery)