0 menit baca 0 %

Peringatan Harlah MA Hidayatul Mubtadiin Semukut: 50 Tahun Berbakti Membangun Peradaban

Ringkasan: Meranti(Kemenag)-- MA Hidayatul Mubtadiin Semukut gelar Dzikir dan Gema Sholawat bersama Gus Nurkholis (Khodimul Majlis Kanzul Athiya) pada Selasa (28/01/2025) di halaman MA Hidayatul Mubatdiin Semukut.Dzikir dan Gema Sholawat ini terlaksana dalam rangka Hari Lahir (Harlah) Ke-50 Tahun MA Hidayatul...

Meranti(Kemenag)-- MA Hidayatul Mubtadiin Semukut gelar Dzikir dan Gema Sholawat bersama Gus Nurkholis (Khodimul Majlis Kanzul Athiya) pada Selasa (28/01/2025) di halaman MA Hidayatul Mubatdiin Semukut.

Dzikir dan Gema Sholawat ini terlaksana dalam rangka Hari Lahir (Harlah) Ke-50 Tahun MA Hidayatul Mubtadiin Semukut dengan mengusung tema “50 Tahun Berbakti Membangun Peradaban”.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala MA Hidayatul Mubtadiin Ketiga KH. Bunyamin, Kamad yang Keempat Ibrahim, Kamad Kelima Samsul Ikhwan, Kepala Desa Semukut, Tokoh Agama, Tokoh Pendidkan, Para Alumni, seluruh Siswa/i serta Wali Siswa.

Acara diawali dengan sholat maghrib berjemaah dilanjutkan dengan Pembacaan Manaqib Syeikh Abdul Qodir, pembacaan Tahlil yang diperuntukkan kepada para pendiri madrasah dan para guru yang telah meninggal dunia. 

Dalam sambutanya Kepala Madrasah Tatang Hadi Maksudy mengucapkan rasa syukur dan terimakasihnya. 

"Terimakasih kepada seluruh tenaga pendidik yang telah berkerjasama mensukseskan kegiatan ini, serta seluruh tamu undangan yang telah hadir dalam acara tersebut," tutur Tatang.

Harlah Ke- 50 ini didasari dengan piagam pertama yang di peroleh tertera pada piagam tersebut pada Tanggal 01 Januari 1975 artinya sampai saat ini MA Hidayatul Mubtadiin Semukut telah  mencapai umur setengah abad.

Lebih lanjut, Tatang menjelaskan dari informasi yang diperoleh dari sesepuh madrasah yaitu KH. Bunyamin bahwa MA Hidayatul Mubtadiin ini merupakan madrasah tertua khususnya di Kebupaten Kepulauan Meranti.

Tatang Hadi juga menyampaikan bahwa  Harlah ini diadakan untuk mengenang jasa-jasa para pendiri madrasah serta mengenang para jasa guru- guru yang telah tiada.

"Selain itu diharapkan para siswa dapat mengetahui sejarah berdirinya madrasah ini, dengan harapan siapapun yang belajar dan mengabdi dimadrasah ini mendapatkan keberkahan ilmunya dan rezekinya. Karna untuk kita ketahui bahwa pendiri madrasah ini adalah para ulama," ujar Tatang.

Muhammad Mufti yang merupakan Ketua Yayasan Mujaddidul Hasanah menyampaikan apresiasinya atas kegiatan ini.

"Selamat Harlah yang ke 50. Tanpa terasa saat ini MA Hidayatul Mubtadiin Semukut telah berdiri setengah abad, madrasah ini adalah harta yg tidak ternilai yang diwariskan kepada kita dari para pendiri madrasah dan seluruh masyarakat Desa Semukut dulunya melalui swadaya. Tentunya sudah menjadi kewajiban kita bersama sebagai genarsi penerus untuk menjaga, merawat agar madrasah ini tetap berdiri kokoh dan selamanya akan menjadi tempat bagi generasi penerus  untuk menimba ilmu," Mufti.

Kepala Desa Semukut, Firmansyah juga turut menyampaikan apresiasinya. 

"Semoga MA Hidayatul Mubtadiin akan mecapai masa ke-emasan dan kejayaannya diumur yang ke 50 tahun ini," harap Firmansyah. 

Disela-sela Bersholawat Gus Nurkholis yang juga merupakan Alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri menyampaikan pesan kepada  seluruh siswa/i.

"Semoga selalu menghormati guru dan belajar dengan tekun, berakhlakul karimah, cerdas secara pengetahuan dan teknologi juga menjadi generasi yang sholeh dan sholehah yang memperoleh keberkahan dalam menuntut Ilmu akan diperolehnya," harapnya.

Acara Harlah ke-50 Tahun MA Hidayatul Mubtadiin Semukut diakhiri  dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Yayasan Mujaddidul Hasanah. (T)