0 menit baca 0 %

Peringatan Isra Mi raj Nabi Muhammad SAW di Kantor Kementerian Agama Kab.Kampar, Ustad Harianto Arbi : Mari Kita Lihat Sisi Sosiologisnya

Ringkasan: Kampar (Humas) Isra Mi raj adalah sebuah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, dan melanjutkan perjalanan ke Sidratul Muntaha yang berada di lapisan langit ke tujuh bertemu Allah SWT untuk menerima perintah mendirikan shalat 5 waktu.Seluruh pegawai Kantor Kementerian Aga...

Kampar (Humas) Isra Mi raj adalah sebuah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, dan melanjutkan perjalanan ke Sidratul Muntaha yang berada di lapisan langit ke tujuh bertemu Allah SWT untuk menerima perintah mendirikan shalat 5 waktu.

Seluruh pegawai Kantor Kementerian Agama Kab.Kampar juga ikut memperingati hari bersejarah dalam Islam tersebut. Bertempat di Masjid Darul Ikhlas, Jumat pagi (16/2/2024) diisi dengan Ceramah dari Ustad Harianto Arbi mengenai Isra Mi raj Rasulullah SAW. Acara dibuka oleh Hidayat Tullah, SH sebagai MC, dan dihadiri oleh seluruh pegawai Kantor Kemenag Kab.Kampar.

Sebelum peristiwa Isra Mi raj, Nabi Muhammad sedang mengalami Tahun Duka Cita / Amul Huzni. Yakni dimana Rasulullah kehilangan dua sosok yang paling berarti dalam hidupnya saat itu, yaitu istrinya Siti Khadijah dan pamannya Abu Thalib. Ini memperlihatkan juga bahwasanya Nabi Muhammad juga seorang manusia biasa jelas Harianto.

Sebelumnya semasa kecil Rasulullah juga telah merasakan kehilangan ayah dan ibunya dan disusul dengan kakeknya. Namun kehilangan pamannya Abu Thalib menjadi luar biasa karena sampai akhir hayatnya, Abu Thalib tidak pernah mengucapkan dua kalimat syahadat.

Allah SWT melihat apa yang dialami Nabi Muhammad SAW kemudian menghiburnya dengan menurunkan perintah agar Rasulullah melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke langit ke tujuh bertemu langsung dengan Allah SWT untuk menerima perintah mendirikan shalat 5 waktu. 

Shalat adalah parameter kehidupan. Shalat adalah induk daripada ibadah kita sebagai umat muslim. Ibarat sosok manusia, ibadah tanpa melaksanakan shalat sama hal nya dengan manusia tidak berkepala. Jika seseorang melakukan banyak ibadah namun tidak dengan shalatnya, maka ia bagaikan manusia yang menyeramkan tutup Ustad Harianto. (Cicy/Fatmi/Agus)