Kampar ( Kemenag )--Dalam rangka memperingati Hari Bumi ke 55 Tahun 2025, Pondok Pesantren At-Taufiq Tapung turut ambil bagian dalam Gerakan Penanaman Satu Juta Pohon Matoa yang diinisiasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kemenag No. 182 Tahun 2025.
Kegiatan penanaman ini berlangsung dengan penuh khidmat dan diikuti oleh para guru, musyrif, serta seluruh santri Pondok Pesantren At-Taufiq. Sebelum penanaman dimulai, Ustaz Muhammad Syamlawi, Lc., MA, selaku Mudir Ma'had, menyampaikan sambutan yang sarat makna dan nilai-nilai pendidikan lingkungan.
Dalam sambutannya, beliau mengingatkan bahwa manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah di muka bumi. Untuk menunjang ibadah tersebut, Allah telah menyediakan berbagai fasilitas alam baik dari unsur hewani, nabati, maupun lainnya. Karena itu, sebagai khalifah di bumi, manusia memiliki tanggung jawab besar untuk merawat, bukan merusak bumi.
"Salah satu cara merawat bumi adalah dengan melakukan reboisasi atau penanaman pohon. Ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab sebagai umat Islam terhadap kelestarian lingkungan," ujar Ustaz Syamlawi.
Beliau juga mengutip sabda Rasulullah SAW:
“Tidaklah seorang Muslim yang menanam tanaman atau bertani, lalu ia memakan hasilnya atau orang lain dan binatang ternak yang memakan hasilnya, kecuali semua itu dianggap sedekah baginya.” (HR. Bukhari)
Lebih lanjut, beliau mengambil pelajaran dari karakteristik pohon matoa yang ditanam:
-
Mampu beradaptasi dengan berbagai jenis tanah dan iklim, sebagaimana santri diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan berbagai lapisan masyarakat.
-
Memiliki akar yang kuat dan batang yang kokoh, yang diibaratkan sebagai akidah yang kuat dalam diri santri.
-
Memberikan manfaat seperti tempat berteduh dan buah yang manis, sebagaimana santri harus menjadi pribadi yang bermanfaat bagi nusa, bangsa, dan agama.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum edukatif yang mempererat hubungan antara manusia dan alam, serta membentuk karakter peduli lingkungan dalam diri para santri. Pungkas Pimpinan Pondok ( Fatmi/Hmas PP At Taufiq )