0 menit baca 0 %

Perkuat Kolaborasi, Kemenag Kuansing Tandatangan MoU dengan Tiga Lembaga Strategis

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Suhelmon menghadiri Seminar Nasional Penguatan Kompetensi Kepemimpinan Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045 yang diselenggarakan di Universitas Islam Kuantan Singingi (UNIKS) pada Jumat (22/08/2025).


Kuansing (Kemenag) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Suhelmon menghadiri Seminar Nasional Penguatan Kompetensi Kepemimpinan Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045 yang diselenggarakan di Universitas Islam Kuantan Singingi (UNIKS) pada Jumat (22/08/2025). Kehadiran Kemenag Kuansing dalam seminar nasional ini merupakan wujud nyata komitmen dalam meningkatkan mutu kepemimpinan pendidikan berbasis kolaborasi dan penguatan jejaring menuju visi besar Indonesia Emas.

Dalam sambutan pembukanya, Suhelmon menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran para narasumber nasional di Kuansing. Ia menegaskan bahwa meskipun Kuansing berada jauh dari pusat ibu kota dan hiruk-pikuk dinamika nasional, semangat untuk belajar dan menggali ilmu dari para ahli di bidang pendidikan tidak pernah surut. “Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran para narasumber nasional di Kuansing. Walaupun kita berada jauh dari pusat ibu kota, semangat untuk menimba ilmu tidak pernah padam,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kepala Kemenag Kuansing menekankan pentingnya penguasaan empat kompetensi inti abad ke-21, yaitu Critical Thinking, Creativity, Communication, dan Collaboration (4C), sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan global dan dunia kerja yang semakin kompleks.

“Hari ini kita bangun keempat kompetensi itu. Kita jalin komunikasi, kita buka jejaring, dan kita bangun kolaborasi. Kolaborasi antara UNIKS dengan Kemenag, UNIKS dengan PERMAPENDIS, Kemenag dengan PERMAPENDIS, hingga Kemenag Kuansing dengan Program Doktor (S3) Pendidikan Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Jejaring ini menjadi jembatan untuk saling berbagi gagasan, memperluas praktik baik, dan memperkuat kepemimpinan pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan,” tegasnya.

Seminar nasional ini dibuka secara resmi oleh Rektor UNIKS, Ikrima Mailani dan turut dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus seperti wakil rektor, dekan, kepala lembaga, ketua SPI, kepala biro, dan kepala program studi. Selain itu, hadir pula para dosen dari Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sains Islam UNIKS, para kepala madrasah se-Kuansing.

Terutama hadir dalam seminar tersebut tokoh nasional di bidang pendidikan Islam, Badrudin yang merupakan Ketua Program Studi S3 Pendidikan Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung sekaligus Ketua PERMAPENDIS (Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia) serta Narasumber utama dalam seminar ini adalah Badrud Tamam, perwakilan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Manajer Pendidikan Indonesia.

Sebagai puncak dari kegiatan ini, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Agama Kuansing dengan tiga lembaga strategis, yakni, Program Studi S3 Pendidikan Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung, PERMAPENDIS (Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia), dan

Universitas Islam Kuantan Singingi (UNIKS).

Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting dalam memperluas kerja sama kelembagaan, memperkuat sinergi dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan, serta mendorong inovasi dan riset kolaboratif antara akademisi, praktisi, dan institusi keagamaan. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal dari langkah-langkah strategis menuju Indonesia Emas 2045 yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan etika kepemimpinan.(Gs)