Bengkalis (Kemenag) - Penguatan nilai agama jadi konteks penting yang dipedulikan oleh Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Jadid Pedekik. Sebelas siswa yang mengikuti program Tahfiz Qur'an melakukan simaan secara bergantian selama beberapa hari pada akhir semester genap. Kegiatan simaan dilakukan di rumah tahfiz MTs Nurul Jadid Pedekik di kediaman pembina ustadzah Yunia Rahmawati, Jum'at (20/6/2025).
Program Tahfiz Qur'an di MTs Nurul Jadid Pedekik telah berjalan lebih kurang empat tahun. Pada semester ini sebelas siswa yang mendapat kesempatan mengikuti program ekstrakulikuler unggulan Tahfiz Qur'an diantaranya Ahmad Syalabi, Cantika Nur Islami, Alivia Insyirah, Ulil Asyifa, Natasya Fahira, Rafka Arzan Naufal, Wardatul Humairoh, M. Azriel Al Fajri, Najiha Syazani, Keisya Aprilia Jamin, dan Muhammad Riziq Alfata.
Kepala MTs Nurul Jadid Pedekik, Sairozi bersama Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Hj Rusmi dan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Kiptiah mengunjungi rumah tahfiz, pada kesempatan itu Kepala madrasah menyampaikan ucapan terima kasih kepada ustadzah Yunia yang telah membimbing ananda terpilih dari MTs Nurul Jadid untuk mengikuti program unggulan Tahfiz Qur'an pada tahun ajaran 2024/2025.
"Berkat bimbingan ustazah dan keseriusan siswa siswi maka telah dilakukan sima'an dari beberapa waktu lalu dan Alhamdulillah siswa MTs Nurul Jadid telah memiliki hafalan satu hingga dua setengah juz. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan siswa selalu Istiqomah dalam menghafal, dan berlomba-lombalah dalam kebaikan", ungkap Sairozi.
Beberapa bulan lalu telah dilaksanakan simaan di aula madrasah, dilakukan kepada siswa kelas IX yangย akan lulus dari MTs Nurul Jadid. Namun untuk kedepannya simaan yang sama akan dilakukan kembali di madrasah dengan menghadirkan orang tua siswa bersangkutan.
Pada kesempatan itu, pembina Tahfiz, Yunia Rahmawati menyampaikan bahwa, menjadi seorang penghafal Al-Qur'an adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab yang besar. Menghafal Al-Qur'an bukan sekedar proses mengingat ayat-ayat suci. Tetapi juga upaya untuk menanamkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap ayatnya.
"Proses ini butuh
kesabaran dan keistiqamahan tinggi, setiap ayat yang dipelajari menjadi teman
setia yang menemani sepanjang hidupnya. Semoga para siswa jadi generasi pembawa
kebaikan kebijaksanaaan, dan kedamaian bagi keluarga, masyarakat serta
umat," tutur Yunia Rahmawati.