Kampar ( Kemenag )---Upaya pencegahan pernikahan dini terus digencarkan KUA Tapung Hulu sebagai bagian dari edukasi ketahanan keluarga. Hal ini terlihat dari kegiatan penyuluhan yang digelar di SMA 2 Tapung Hulu pada Rabu, 26/11/2025 dengan menghadirkan Kepala KUA Tapung Hulu, H. Abdul Latif, M.Sy, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, H. Abdul Latif menyampaikan bahwa pernikahan dini bukan hanya soal kesiapan usia, tetapi menyangkut masa depan, pendidikan, kesehatan, dan kematangan emosional remaja.
“Pernikahan itu ibadah, tapi harus dilandasi kesiapan yang matang. Jika dipaksakan pada usia remaja, risiko perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, hingga putus sekolah sangat tinggi,” tegasnya di hadapan ratusan siswa.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun karakter, fokus belajar, serta menjaga pergaulan agar tidak terjerumus pada keputusan yang merugikan diri sendiri. Menurutnya, generasi muda Tapung Hulu harus tumbuh sebagai generasi cerdas, berakhlak, dan mampu membuat pilihan terbaik bagi masa depannya.
Selain materi dari KUA, kegiatan ini turut diisi oleh dua orang Penyuluh Agama Islam yang mengangkat isu krusial remaja masa kini:
Muhammad Noer, dengan materi Bahaya Bullying dan LGBT
M. Faisal Yusfi, dengan materi Bahaya Narkoba dan Judi Online
Kepala SMA 2 Tapung Hulu , Masagus Suwar Pamitra, SE yang didampingi Waka Kesiswaan Elisabeth, Lahagu, S.Si mengapresiasi keterlibatan KUA Tapung Hulu dalam upaya pembinaan karakter siswa. Kehadiran penyuluh dan tokoh agama dinilai sangat membantu memberikan perspektif yang lebih lengkap dan menyentuh aspek moral serta sosial para pelajar.
Dengan terlaksananya penyuluhan ini, diharapkan siswa-siswi SMA 2 Tapung Hulu semakin memahami pentingnya menjaga diri, merencanakan masa depan dengan bijak, serta mampu menjauhi berbagai risiko yang dapat merusak generasi muda.
Fatmi