0 menit baca 0 %

Perkuat Pendidik Pesisir, Harun Buka Pembinaan Guru 3 Kecamatan di MTs Al-Ikhlas

Ringkasan: Tembilahan (Kemenag) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H. Harun, memimpin langsung upaya penguatan sumber daya manusia madrasah di wilayah pesisir. H. Harun secara resmi membuka kegiatan Pembinaan Guru dan Kepala RA, MI, MTs, dan MA, sekaligus Sosialisas...

Tembilahan (Kemenag) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H. Harun, memimpin langsung upaya penguatan sumber daya manusia madrasah di wilayah pesisir. H. Harun secara resmi membuka kegiatan Pembinaan Guru dan Kepala RA, MI, MTs, dan MA, sekaligus Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menyasar pendidik dari Kecamatan Kateman, Pulau Burung, dan Teluk Belengkong.

Acara akbar tersebut dilaksanakan di MTs Al-Ikhlas Sungai Guntung pada Minggu (26/10/2025), didampingi Kasubbag Tata Usaha, H. Indra Sabarianto, Kasi Pendidikan Madrasah, H. Zainal Abidin, serta jajaran staf dan Pengawas Madrasah.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari tuan rumah, Kepala MTs Al-Ikhlas Sungai Guntung, Hj. Nurlela, yang menyampaikan apresiasi atas ditunjuknya madrasah mereka sebagai pusat kegiatan. Dilanjutkan dengan arahan teknis dari Kasubbag TU, H. Indra Sabarianto, yang menitikberatkan pada pentingnya tata kelola dan administrasi madrasah yang tertib dan akuntabel.

Puncak acara ditandai dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Kakan Kemenag Inhil, H. Harun. Setelah membuka kegiatan secara simbolis, H. Harun langsung bertindak sebagai narasumber utama, menyampaikan materi mendalam terkait Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Dalam pemaparannya, H. Harun menjelaskan bahwa KBC merupakan kerangka filosofis untuk membentuk madrasah yang humanis, empatik, dan berkarakter kuat. Beliau menekankan bahwa implementasi KBC harus didasari oleh pemahaman akan nilai-nilai luhur.

“Kurikulum Berbasis Cinta adalah perwujudan kasih sayang kita dalam mendidik. Ia bertumpu pada Empat Pilar KBC yang harus menjadi ruh setiap pembelajaran di madrasah. Kita tidak hanya mengajar, tapi juga menumbuhkan,” ujar H. Harun.

Lebih lanjut, H. Harun juga menyoroti aspek kedisiplinan dan profesionalisme dengan menjelaskan konsep Asta Protas (Delapan Protokol Prioritas) yang harus dipegang teguh oleh seluruh aparatur madrasah.

Pesan kunci yang paling menarik perhatian adalah kaitan pembelajaran dengan Ekoteologi. H. Harun menjelaskan bahwa madrasah harus menjadi garda terdepan dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan yang berbasis pada nilai keimanan.

“Ekoteologi mengajak kita menyadari bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah dan ketaatan kepada Tuhan. Guru-guru harus mampu mengaitkan materi ajar dengan kesadaran lingkungan, sehingga siswa tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap kelestarian alam Inhil,” tegasnya.

Setelah pemaparan Kakan Kemenag, materi sosialisasi KBC dilanjutkan oleh narasumber utama dari unsur Pengawas Madrasah, yakni Agus Salim, Abd. Kasim, dan Jhon Kamil, yang memberikan pendalaman teknis dan praktis kurikulum kepada seluruh peserta dari tiga kecamatan. (Ria)