Kampar (Kemenag) — Dalam rangka mendukung penguatan tata kelola literasi digital berbasis perpustakaan keagamaan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar mengutus dua pegawainya untuk mengikuti Workshop Sinkronisasi Data ELIPSKI (Elektronik Literasi Perpustakaan Keagamaan Islam).
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau dan berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 23 hingga 25 Juni 2025, bertempat di Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah, Simpang Benar Km 3, Ujung Tanjung, Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.
Berdasarkan Surat Tugas Nomor: 272/ST/06/2025, dua peserta dari Kemenag Kampar yang diutus dalam kegiatan tersebut adalah:
Mastutik, SE, M.Si, Penata Tk. I/III.d, selaku Operator ELIPSKI Kabupaten Kampar
Yoga Herliandi, S.Pt, Penata Muda/III.a, selaku Ahli Pertama
Kegiatan workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman teknis para operator dan pengelola perpustakaan dalam hal sinkronisasi dan pemutakhiran data ELIPSKI, yang menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem literasi digital berbasis keagamaan di lingkungan Kementerian Agama.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Dr. H. Muliardi, M.Pd, menekankan pentingnya transformasi digital dalam dunia literasi Islam. Ia menyampaikan bahwa melalui sistem ELIPSKI, diharapkan seluruh data dan sumber literasi keagamaan Islam di madrasah, pesantren, dan lembaga keagamaan lainnya dapat terdokumentasi secara baik dan mudah diakses masyarakat.
Literasi digital bukan hanya soal teknologi, tapi bagaimana kita memudahkan akses umat terhadap khazanah keilmuan Islam yang otoritatif dan mendidik,” ujarnya.
Sementara itu, dalam sambutan pembukaan kegiatan, Firli menambahkan bahwa keberadaan ELIPSKI harus menjadi bagian integral dari program penguatan moderasi beragama melalui literasi yang sehat dan produktif. Ia juga menekankan pentingnya peran para pengelola data dan pustakawan digital di lingkungan Kemenag dalam menjaga validitas dan keberlanjutan data keagamaan.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan peningkatan kapasitas teknis peserta, tetapi juga melahirkan komitmen kuat dalam mendukung gerakan literasi keagamaan yang inklusif dan relevan dengan perkembangan zaman. (Fatmi/ Cicy)