0 menit baca 0 %

Perkuat Silaturahmi, Penyuluh KUA Batang Tuaka Sambangi Peringatan Maulid Nabi

Ringkasan: Tembilahan (Kemenag) Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid An-Nur, Desa Sungai Junjungan, Kecamatan Batang Tuaka, pada Rabu (10/9/2025), berlangsung meriah dan penuh kekhidmatan. Acara ini semakin istimewa dengan kehadiran Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H.

Tembilahan (Kemenag) – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid An-Nur, Desa Sungai Junjungan, Kecamatan Batang Tuaka, pada Rabu (10/9/2025), berlangsung meriah dan penuh kekhidmatan. Acara ini semakin istimewa dengan kehadiran Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H. Herman, bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) setempat.

Dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batang Tuaka, peringatan ini dihadiri oleh Penyuluh Agama Islam, Muslim dan Priyono. Keduanya mewakili Kepala KUA yang berhalangan hadir.

Dalam hal ini, Muslim mengatakan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah. "Kehadiran kami di sini adalah bentuk dukungan KUA terhadap kegiatan keagamaan di masyarakat. Peringatan Maulid Nabi ini harus menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Senada dengan itu, Priyono juga menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan religius. "Kami berharap, semangat kebersamaan ini terus terjaga, tidak hanya dalam acara keagamaan, tetapi juga dalam upaya membangun desa," katanya.

Acara ini turut dihadiri oleh Camat, Kapolsek, Babinsa, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat sekitar. Kehadiran Bupati Inhil, H. Herman, menjadi penambah semangat bagi seluruh hadirin. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga memberikan apresiasi atas partisipasi masyarakat dalam menyukseskan acara ini.

Peringatan Maulid Nabi di Masjid An-Nur Sungai Junjungan ditutup dengan doa bersama, menandai komitmen seluruh pihak untuk terus mengamalkan ajaran Nabi dan menjaga persatuan.  (Ria)