Kuansing (Kemenag) - Dalam upaya memperkuat sinergi dan pembinaan organisasi masyarakat, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kuantan Singingi menggelar acara pembinaan yang dihadiri oleh berbagai elemen, seperti organisasi masyarakat (ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM), ketua yayasan, dan pimpinan pondok pesantren. Rabu 16 Januari 2025. Acara ini juga dihadiri oleh Penyuluh Agama Islam sebagai representasi dari tokoh keagamaan yang berperan aktif di masyarakat.
Acara yang berlangsung di aula pertemuan Kesbangpol ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang peran penting organisasi masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah, menjaga stabilitas sosial, serta memperkuat solidaritas di tengah keberagaman masyarakat Kuantan Singingi.
Kepala Kesbangpol Kabupaten Kuantan Singingi Muhjelan Arwan dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, ormas, dan tokoh agama untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan berdaya saing. "Organisasi masyarakat memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menciptakan ketertiban, kesejahteraan, dan kemajuan. Oleh karena itu, pembinaan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi," ujarnya.
Penyuluh Agama Islam yang hadir dalam acara tersebut Muhammad Ridwan memberikan pandangan terkait pentingnya peran agama dalam menjaga nilai-nilai moral di tengah masyarakat. Dalam sesi diskusi, ia menekankan bahwa organisasi masyarakat, termasuk lembaga keagamaan, memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi contoh dalam menjunjung tinggi etika, menjaga persatuan, dan mencegah konflik sosial.
"Kami, sebagai bagian dari komunitas keagamaan, berkomitmen untuk mendukung program pembinaan ini. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, ormas, dan lembaga keagamaan, kita dapat bersama-sama menciptakan masyarakat yang lebih harmonis, religius, dan berintegritas," ungkap Penyuluh Agama Islam dalam forum tersebut.
Acara ini juga diisi dengan paparan dari narasumber terkait regulasi organisasi masyarakat, strategi pemberdayaan komunitas, dan langkah-langkah pencegahan terhadap isu-isu yang dapat memecah belah masyarakat, seperti penyebaran hoaks, radikalisme, dan intoleransi.
Ketua salah satu yayasan pendidikan yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi pertemuan ini sebagai langkah nyata pemerintah dalam merangkul semua elemen masyarakat. "Ini adalah langkah positif untuk menyatukan pandangan dan memperkuat peran kita dalam membangun masyarakat Kuantan Singingi," ujarnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan komitmen bersama dari seluruh peserta untuk terus berkolaborasi dalam mendukung program-program pemerintah yang bertujuan memajukan daerah. Penyuluh Agama Islam pun menyatakan siap untuk menjadi bagian dari gerakan kolektif ini, khususnya dalam memberikan pembinaan moral dan spiritual di masyarakat.
"Acara seperti ini tidak hanya memperkuat koordinasi, tetapi juga menjadi wadah untuk berbagi ide dan solusi guna menghadapi tantangan sosial di masa depan," tutup Kepala Kesbangpol dalam penutupan acara. (RDW)