Pelalawan– Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan, Syafwan, menerima audiensi dari Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) yang turut menghadirkan Yumisri sebagai perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Pertemuan berlangsung di ruang kerja Kepala Kankemenag Pelalawan pada Selasa (19/08/2025) mulai pukul 09.30 WIB. Audiensi tersebut dihadiri oleh Kepala Kankemenag Pelalawan Syafwan, Kasubbag Tata Usaha Muhammad Amin, Penyelenggara Kristen Jernih Simatupang, perwakilan FKUB, serta jajaran pengurus BKAG Kabupaten Pelalawan. Kehadiran para tokoh lintas agama ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah memperkuat komunikasi serta koordinasi dalam membangun kehidupan keagamaan yang rukun dan harmonis di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Kankemenag Pelalawan, Syafwan, mengucapkan apresiasi dan menyampaikan rasa syukur atas kunjungan dari BKAG dan FKUB. Ia menekankan bahwa Kemenag selalu membuka ruang dialog dan komunikasi bagi seluruh tokoh agama. “Kemenag siap menjadi rumah bersama bagi semua umat. Keharmonisan yang terjalin antarpemeluk agama adalah kunci terciptanya kehidupan masyarakat yang damai dan penuh toleransi,” ungkapnya. Pada kesempatan yang sama, Penyelenggara Kristen, Jernih Simatupang, memaparkan data mengenai pertumbuhan dan perkembangan umat Nasrani di Kabupaten Pelalawan. Data ini dianggap penting sebagai dasar dalam perumusan program pembinaan keagamaan yang lebih tepat sasaran, sekaligus mendukung peran Kemenag dalam memberikan pelayanan yang adil dan merata kepada seluruh umat beragama.
Sementara itu, Ketua BKAG Kabupaten Pelalawan, Matius Ampera Lumban Gaol, menyampaikan sejumlah masukan dan harapan. Ia mengusulkan agar ke depan dapat diadakan lebih banyak dialog atau forum lintas agama. Menurutnya, forum tersebut sangat bermanfaat, tidak hanya untuk membahas dan mencari solusi ketika muncul persoalan, tetapi juga untuk mencegah potensi konflik sejak dini. “Kalau pun tidak ada masalah, forum lintas agama tetap penting sebagai sarana memperkuat komunikasi dan kebersamaan,” ujarnya. Hadirnya perwakilan FKUB dalam audiensi ini juga menjadi nilai tambah, karena diharapkan dapat memperkokoh koordinasi lintas agama di Kabupaten Pelalawan. BKAG berharap pertemuan semacam ini tidak hanya sebatas pertemuan formal, tetapi juga dapat ditindaklanjuti dengan aksi nyata yang melibatkan Kemenag dan FKUB dalam menjaga dan merawat kerukunan antarumat beragama.
Audiensi
digelar dengan nuansa keakraban dan keterbukaan. Semua pihak berkomitmen untuk
terus memperkuat kerja sama, membangun komunikasi yang lebih intensif, serta
melaksanakan berbagai program kolaboratif guna menjaga harmoni kehidupan
beragama di Pelalawan.(dbs)