Kuansing (Kemenag)— Penyuluh Agama Islam Kantor KUA Kecamatan Sentajo Raya, Perlindungan, kembali melanjutkan program Penyuluhan Buta Aksara Al-Qur’an di Masjid Al-Muhajirin, Desa Geringging Baru. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak binaannya yang secara rutin belajar membaca Al-Qur’an menggunakan metode Iqra’ serta menghafal surat-surat dalam Juz 30. Jumat Sore 8 Agustus 2025.
Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KUA Kecamatan Sentajo Raya dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an di wilayah binaan, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap kitab suci sejak usia dini.
Dalam kegiatan tersebut, Perlindungan membimbing anak-anak secara sabar dan telaten. Pembelajaran dimulai dengan membaca Iqra’ sesuai kemampuan masing-masing peserta, dilanjutkan dengan muroja’ah hafalan surat-surat pendek seperti An-Nas, Al-Falaq, dan Al-Ikhlas.
"Misi kita bukan hanya membuat anak-anak bisa membaca Al-Qur’an, tetapi juga membiasakan mereka untuk mencintai dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. InsyaAllah, ilmu yang mereka pelajari di sini akan menjadi cahaya yang membimbing masa depan mereka,” ujar Perlindungan.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para orang tua dan pengurus masjid. Mereka mengapresiasi kesungguhan Penyuluh Agama dalam membina generasi muda agar melek aksara Al-Qur’an dan berakhlak mulia.
Dengan dilaksanakannya program ini secara rutin, diharapkan seluruh anak di Desa Geringging Baru mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, menghafal surat-surat pilihan, serta menumbuhkan rasa bangga sebagai generasi Qur’ani.(RDW)