Kuansing (Kemenag)— Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sentajo Raya kembali menegaskan komitmennya dalam membangun generasi Qur’ani melalui program Penyuluhan Buta Aksara Al-Qur’an. Kegiatan yang berlangsung di SMK Negeri 1 Sentajo Raya, Rabu (30/07/2025), mengangkat semangat “Perlindungan Kembali ke Sekolah”, yang bertujuan memberikan pembinaan spiritual sekaligus memperkuat nilai-nilai perlindungan diri bagi para siswa dalam menghadapi tantangan zaman.
Penyuluhan ini dipandu oleh tim Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Sentajo Raya. Mereka memberikan materi dasar pengenalan huruf hijaiyah, pembacaan Al-Qur’an, serta pentingnya membentengi diri dengan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sekolah dan sosial.
Dalam penyampaiannya, para penyuluh menekankan bahwa kembali ke sekolah pasca pandemi atau masa transisi lainnya harus diiringi dengan perlindungan ruhiyah (spiritual), selain dari aspek fisik dan mental.
 “Kembali ke sekolah tidak hanya soal hadir di kelas, tapi juga soal kesiapan spiritual, moral, dan akhlak. Membaca dan memahami Al-Qur’an adalah bentuk perlindungan batin yang sangat penting bagi siswa,” ujar salah satu penyuluh dalam sesi motivasi.
Selain membimbing siswa membaca huruf hijaiyah dan memperbaiki tajwid, para penyuluh juga menyisipkan pesan-pesan moral terkait bahaya pergaulan bebas, pengaruh media sosial negatif, dan pentingnya menanamkan nilai-nilai kejujuran serta disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Kepala SMK Negeri 1 Sentajo Raya menyampaikan apresiasi atas kepedulian KUA Sentajo Raya dalam membina generasi muda, khususnya dalam bidang keagamaan.
 “Kami menyambut baik kolaborasi ini. Siswa kami sangat membutuhkan pendampingan rohani, agar seimbang antara kemampuan akademik dan karakter keagamaan,” tuturnya.
Program ini juga mendorong siswa untuk aktif melanjutkan belajar Al-Qur’an di luar lingkungan sekolah, baik melalui Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) maupun majelis taklim remaja. Semangat “Perlindungan Kembali ke Sekolah” menjadi pengingat bahwa pendidikan sejati harus mencakup dimensi iman, ilmu, dan amal.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan harapan agar penyuluhan ini menjadi rutinitas yang membawa berkah bagi seluruh siswa dan keluarga besar SMK Negeri 1 Sentajo Raya.
Dengan sinergi antara KUA dan sekolah, pemberantasan buta aksara Al-Qur’an tidak hanya menjadi program jangka pendek, tetapi bagian dari gerakan nasional membentuk generasi pelajar yang cerdas, beriman, dan berakhlak mulia.(RDW)