Pekanbaru (Kemenag), Dalam Islam memiliki keshalehan dalam ibadah saja tidak cukup, tetapi harus diiringi dengan keshalehan sosial. Kenapa demikian? Karena disamping manusia sebagai makhluk berketuhanan (al-insan) juga sebagai makhluk sosial (an-nas). Jadi manusia tidak hanya disuruh menjalin hubungan yang baik kepada Tuhan-Nya (hablum minallah) seperti sholat, puasa tetapi juga di minta untuk menjalin hubungan yang baik antar sesama manusia (hablum minan nas).
Apa yang dilakukan oleh Permata I Kelurahan Bandarraya Kecamatan Payung Sekaki dalam Program Kegiatan “ Mari Berbagi Bersama” di hari yang mulia ini, Jum’at (11/01/2024) merupakan salah satu wujud dari keshalehan sosial yang patut kita dukung.
Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh ketua Permata I, Nurhayati kepada tim inmas via WhatsApp, bahwa program kegiatan Berbagi Bersama  atau lebih dikenal dengan “Jum’at Berkah” karena kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum’at telah berjalanm cukup lama di Kelurahan Bandarraya.
Ketika ditanyakan oleh tim inmas, Dari mana dan bagaimana teknis penyaluran bantuan pada Program Jum’at Berkah tersebut ? Nurhayati secara gamblang menjelaskan bahwa sumber dana berasal dari sumbangan Pengurus dan Jema’ah masjid atau mushalla yang tergabung dalam kelompok Permata I.    Â
“Sumber dana dari iuran Pengurus dan sumbangan Jema’ah masjid dan mushalla yang tergabung dalam kelompok binaan Permata I” Ungkap Nurhayati.
“Mengenai teknis penyaluran kita tetapkan setiap minggu secara acak ada beberapa orang yang tidak atau kurang mampu yang kita berikan sesuai dengan zona masjid atau mushalla yang kita kunjungi”. Lanjut Nurhayati.
“Bantuan tersebut berupa paket sembako, seperti beras, minyak, gula, telur dan lainnya.” Nurhayati menambahkan informasinya. (Idris) Â
 <!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_241011_155349_729.sdocx-->
Permata I Kelurahan Banddarraya Berbagi Bersama
Ringkasan:
Pekanbaru (Kemenag), Dalam Islam memiliki keshalehan dalam ibadah saja tidak cukup, tetapi harus diiringi dengan keshalehan sosial. Kenapa demikian? Karena disamping manusia sebagai makhluk berketuhanan (al-insan) juga sebagai makhluk sosial (an-nas).