0 menit baca 0 %

Perpisahan Penuh Haru di MAN 1 Indragiri Hulu: Guru Jadi Inspirasi, Wariskan Dedikasi

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) Rabu (17/9/2025), suasana haru menyelimuti halaman MAN 1 Indragiri Hulu saat madrasah tersebut menggelar acara pelepasan dua sosok guru yang selama ini menjadi bagian penting perjalanan lembaga. Suparman, mantan Kepala Madrasah yang kini mendapat amanah baru sebagai Pengawas...

Indragiri Hulu (Kemenag) – Rabu (17/9/2025), suasana haru menyelimuti halaman MAN 1 Indragiri Hulu saat madrasah tersebut menggelar acara pelepasan dua sosok guru yang selama ini menjadi bagian penting perjalanan lembaga. Suparman, mantan Kepala Madrasah yang kini mendapat amanah baru sebagai Pengawas Madrasah di Kementerian Agama Kabupaten Inhu, serta Masrohati yang memasuki masa purna bakti, dilepas dengan penuh penghormatan dan doa.

Acara sederhana namun penuh makna ini menjadi refleksi tentang dedikasi guru yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menanamkan nilai dan keteladanan bagi ribuan siswa. “Kami mendoakan agar Bapak dan Ibu selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan. Ilmu dan pemikiran yang telah diberikan akan menjadi ladang amal yang tiada putus,” ungkap keluarga besar MAN 1 Inhu dalam sambutannya.

Plt. Kepala MAN 1 Inhu, Yelli Oktavien, tak kuasa menyembunyikan rasa bangganya atas kontribusi kedua guru tersebut. “Terima kasih atas segala dedikasi dan pengabdian yang telah Bapak Suparman dan Ibu Masrohati berikan. Jejak langkah keduanya akan menjadi inspirasi bagi guru dan siswa untuk terus berprestasi,” ujarnya.

Lebih dari sekadar perpisahan, momen ini menjadi pengingat bahwa perjalanan pendidikan adalah estafet pengabdian. Kehadiran Suparman di posisi barunya diharapkan mampu memperkuat pembinaan madrasah lain di Indragiri Hulu, sementara masa purna bakti Masrohati menjadi simbol teladan bahwa profesi guru adalah pengabdian seumur hidup.

Bagi siswa, pesan yang ditinggalkan kedua guru tersebut bukan hanya soal mata pelajaran, tetapi juga tentang arti disiplin, integritas, dan cinta terhadap ilmu. Masyarakat pun diuntungkan dengan lahirnya generasi yang terbentuk dari keteladanan ini—membawa dampak yang jauh melampaui ruang kelas.

(Reski)