Pekanbaru (Inmas) Manusia makhluk sosial dan ini sesuatu hal yang pasti. Tidak akan ada yang mampu membantahnya, walau mengemukakan seribu kata "tapi". Dimanapun berada dan kapanpun, kita butuh orang lain di sekeliling kita. Tidak ada bedanya di dunia kerja. Salah satunya di lingkungan kerja kami, Pengawas Pendidikan Agam Islam. Keberadaan sahabat dan teman sangat besar pengaruhnya dalam kelancaran pekerjaan. Dunia kerja "Kepengawasan" sarat dengan hal-hal baru, aturan baru, kebijakan baru dan informasi baru. Kadang kala sebagai manusia biasa, sering terlewatkan informasi seperti ini. Nah, disinilah peran kawan-kawan di sekeliling memegang peran penting.
Berperan sebagai sahabat, harus menjadi orang yang selalu menjadi penyejuk, penenang dan embun pagi. Ada satu kelemahan cara pandang dari masyarakat di lingkungan sekeliling kita dalam melihat dan menyikapi orang-orang yang berada di sekelilingnya, orang-orang lebih sering memandang sikap "Negatif" dari pada memandang sikap "Positif". Satu kesalahan dapat menutupi seribu kebaikan, namun seribu kebaikan tak mampu menutupi sebuah kesalahan. Hal ini tidak benar dan sama sekali tidak benar. Dalam sebuah tim, jika ingin solit, maka kita harus mampu membalik keadaan ini. Satu kesalahan tak akan mampu menutupi sebuah kebaikan dan sebuah kebaikan akan mengikis habis sebuah kesalahan.
Dari pengalaman, di dunia pendidikan, para guru juga sering melihat siswa dari sisi negatif, termasuk guru Agama dan guru BK. Setiap kali dilihat catatan prilaku siswa, seringnya ditemukan prilaku negatif siswa yang tertuang disana, sementara prilaku positif siswa tak pernah ditemukan. Padahal sangat banyak prilaku positif siswa, namun tidak menjadi prioritas titik pandang guru. Semoga kedepannya, kita bisa menjadi tim yang solid di dunia kerja, untuk mendukung integritas diri dan pekerjaan. Aamiin. (M. Nazona/Rizqi)