0 menit baca 0 %

Pertahankan Pernikahan hingga Akhir Hayat, Penyuluh Agama KUA Kuantan Mudik Berikan Bimbingan Calon Pengantin

Ringkasan: Kuansing ( Kemenag) Dalam upaya membekali para calon pengantin dengan pengetahuan dan pemahaman yang matang sebelum memasuki kehidupan rumah tangga, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuantan Mudik melalui Penyuluh Agama Islam, Deli Asran, S.Ag, kembali menggelar kegiatan bimbingan bagi calon penga...

Kuansing ( Kemenag) — Dalam upaya membekali para calon pengantin dengan pengetahuan dan pemahaman yang matang sebelum memasuki kehidupan rumah tangga, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuantan Mudik melalui Penyuluh Agama Islam, Deli Asran, S.Ag, kembali menggelar kegiatan bimbingan bagi calon pengantin (catin).

Kegiatan ini dilaksanakan di aula KUA Kuantan Mudik dalam suasana yang santai namun tetap penuh khidmat. Peserta yang hadir tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan, mulai dari konsep dasar pernikahan dalam Islam, hak dan kewajiban suami istri, hingga keterampilan komunikasi dan manajemen konflik dalam rumah tangga.

Dalam paparannya, Deli Asran menyampaikan bahwa pernikahan adalah ibadah terpanjang dalam hidup manusia, karena tidak hanya berlangsung selama di dunia, tetapi juga menjadi jembatan menuju kehidupan akhirat. Oleh karena itu, pernikahan harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh, tidak hanya secara fisik dan materi, tetapi yang lebih penting adalah kesiapan mental dan spiritual.

"Pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga dua keluarga dan dua budaya. Jika tidak disertai dengan pemahaman agama yang cukup, maka rumah tangga bisa goyah di tengah jalan," ujar Deli Asran dalam penyampaian materinya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga komitmen dan kesetiaan dalam membangun keluarga. "Pernikahan bukan sekadar peristiwa seremonial, tetapi sebuah perjalanan panjang yang penuh ujian. Maka, kesabaran, saling memahami, dan selalu berpegang pada ajaran agama menjadi kunci utama menjaga rumah tangga tetap harmonis hingga akhir hayat," tambahnya.

Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan studi kasus serta tanya jawab interaktif yang memungkinkan para peserta menyampaikan pertanyaan dan kegelisahan mereka seputar kehidupan berumah tangga.

Selain bimbingan rohani, peserta juga mendapatkan arahan terkait kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, serta pentingnya menjaga komunikasi efektif dalam kehidupan pernikahan. Semua ini bertujuan agar pasangan yang akan menikah benar-benar siap, tidak hanya menghadapi hari pernikahan, tetapi juga menghadapi kehidupan setelahnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Bimbingan Perkawinan Pra-Nikah yang rutin dilakukan oleh KUA sebagai bentuk tanggung jawab dalam mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah di tengah masyarakat.

Di akhir sesi, para peserta menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas ilmu yang diberikan. Mereka mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dan merasa lebih siap untuk membangun bahtera rumah tangga.

Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi ladang pahala bagi para penyuluh agama serta bekal yang bermanfaat bagi para calon pengantin untuk menjalani kehidupan rumah tangga yang penuh berkah dan kebahagiaan.(DA)