0 menit baca 0 %

Pertemuan BKMT Kabupaten Kampar Angkat Dua Isu Penting: Penyakit Hati Umat dan Etika Bermedia Sosial

Ringkasan: Kampar ( Kemenag)--Dalam suasana penuh kekhusyukan, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Kampar kembali menggelar pertemuan rutin yang diwarnai dengan dua materi penting dan menggugah kesadaran spiritual maupun sosial peserta. Dilaksanakan di aula  mini Kemenag Kampar, Rabu, 21/2025Pertemua...

Kampar ( Kemenag)--Dalam suasana penuh kekhusyukan, Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Kampar kembali menggelar pertemuan rutin yang diwarnai dengan dua materi penting dan menggugah kesadaran spiritual maupun sosial peserta. Dilaksanakan di aula  mini Kemenag Kampar, Rabu, 21/2025

Pertemuan  yang dihadiri wakil ketua VIII hj. Nur Asma, BA dan pengurus BKMT kab. Kampar.

Karena kondisi cuaca hujan yang menyebabkan keterlambatan pemateri utama, waktu tunggu tidak dibiarkan kosong. Justru momen tersebut dimanfaatkan secara produktif dengan penyampaian tausiah oleh  sekretaris BKMT sekaligus Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kampa, Dr. Madiana, SHI, MH yang mengangkat tema “Penyakit Cinta Dunia dan Takut Mati”.

Dengan gaya penyampaian yang tenang namun mengena, Dr. Madiana menjelaskan bahwa cinta dunia secara berlebihan dan rasa takut mati adalah dua penyakit hati yang disebut oleh Rasulullah SAW sebagai penyebab kelemahan umat Islam di akhir zaman. Beliau menekankan bahwa ketika cinta dunia menguasai hati, maka manusia cenderung lalai dari akhirat, dan ketika takut mati mendominasi jiwa, maka hilanglah keberanian untuk membela kebenaran.

“Jika dua penyakit ini melekat pada diri seorang mukmin, maka habislah ruh perjuangannya. Umat akan menjadi lemah, kehilangan arah, dan mudah dikendalikan oleh hawa nafsu maupun sistem dunia yang menjauh dari nilai-nilai ilahiah,” tegasnya

Setelah pemateri utama hadir, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi inti oleh Eka Maria dari Bidang Kerja Sama dan Humas BKMT, dengan tema “Ramah Bermedia Sosial”. Dalam materinya, ia mengajak seluruh anggota BKMT untuk menjadi agen dakwah digital yang santun, cerdas, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.

“Sebagai ibu-ibu majelis taklim, kita adalah panutan di tengah masyarakat. Media sosial harus menjadi ladang pahala, bukan tempat menyebar kebencian, hoaks, atau fitnah. Jadilah pribadi yang menyejukkan, baik dalam perkataan maupun dalam unggahan,” ujar Eka Maria dengan penuh semangat. ( Fatmi )