Kampar ( Kemenag )— Darma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Kampar kembali menggelar pertemuan rutin bulanan yang berlangsung dengan penuh kekeluargaan dan nuansa religius. Kegiatan ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ibu Fatmi, yang membuka acara dengan suasana khidmat dan menyentuh hati, yang dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar, Kamis, 10//4/2025
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua DWP Kemenag Kampar, Ny. Fitri Neli Fuadi, yang menyampaikan pentingnya menjaga silaturahmi dan kekompakan antar anggota DWP. Beliau juga menekankan peran aktif istri ASN Kemenag dalam mendukung kinerja suami sekaligus berkontribusi dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
“Pertemuan rutin ini bukan hanya ajang silaturahmi, tapi juga wadah untuk memperkuat peran kita sebagai bagian dari keluarga besar Kementerian Agama. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan membawa keberkahan,” ungkap Ny. Fitri Neli dalam sambutannya.
Kegiatan kemudian diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Abuya Syafrizal, S.Pd.I, menyampaikan Bulan Ramadhan adalah bulan Menundukkan Emosional, Waktu untuk Menata Hati
Ramadhan adalah bulan penuh berkah, di mana tidak hanya fisik yang diuji, tetapi juga emosi dan akhlak. Inilah bulan di mana kita diajak untuk menundukkan emosional—menahan amarah, mengekang hawa nafsu, serta meredam ego yang seringkali menguasai hati dan pikiran.
Namun, lebih dari itu, Ramadhan juga melatih kita untuk menjadi manusia yang mampu menjaga lidah. Betapa banyak orang berpuasa secara fisik, namun tidak mendapat apa-apa selain lapar dan haus, karena lisannya tak dijaga. Nabi Muhammad SAW bersabda: " Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan keji, maka Allah tidak membutuhkan dia meninggalkan makan dan minum" ( HR Bukhari )
Lidah yang tajam bisa melukai lebih dalam daripada pedang. Oleh karena itu, Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk belajar diam saat marah, berzikir saat gelisah, dan berbicara baik atau memilih untuk diam, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)
Menjaga lidah adalah bagian dari menjaga hati. Keduanya saling berkaitan, dan Ramadhan memberikan kita ruang untuk melatih keduanya. Maka, mari jadikan Ramadhan ini bukan sekadar ritual, tapi sebagai proses mendidik diri menjadi pribadi yang lebih sabar, lembut, dan penuh kasih sayang—baik dalam hati, sikap, maupun lisan.Â
Acara ditutup dengan pembacaan doa sebagai bentuk harapan dan permohonan kepada Allah SWT agar seluruh peserta diberikan keberkahan, kesehatan, dan kelancaran dalam aktivitas ke depan.
Setelah itu, seluruh peserta melakukan foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan kenangan dari kegiatan yang penuh makna ini. Suasana keakraban dan kekeluargaan sangat terasa, mencerminkan semangat kebersamaan dalam wadah Darma Wanita Persatuan Kementerian Agama Kabupaten Kampar ( Fatmi/Cicy/Ags )