Meranti(Inmas)- Sehubungan dengan akan dimulainya penyaluran Tunjangan Guru Madrasah serta implementasi pengelolaan Sistem Informasi Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama (SIMPATIKA) tahun 2024, Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau gelar Focus Group Discussion Pengelolaan Simpatika dan Tunjangan Guru Madrasah Tahun 2024 pada Kamis(18/01/2024) bertempat di Aula MTs N 1 Kota Dumai.
Sehubungan dengan hal ini, Kepala Kantor Kemenag Kepulauan Meranti melalui Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kemenag Kepulauan Meranti mengutus Administrator Simpatika dan Pengelola Tunjangan Guru Madrasah yaitu Bukhari dan Faizul Amri untuk dapat mengikuti kegiatan tersebut.
Hal yang menjadi pembahasan pokok dalam kegiatan ini adalah Evaluasi Penyaluran Tunjangan Tahun 2023, Implementasi Regulasi dan Simpatika Tahun 2024 dan Penyiapan data tunggakan tunjangan.
Bukhari perkawilan dari Kantor Kemenag Kepulauan Meranti mengatakan ada beberapa hal yang menjadi bahan evaluasi dalam penyaluran tunjangan tahun 2023.
"Data personal guru yang masih tidak valid, kelalaian pengisian kehadiran, dan pemahaman regulasi yang kurang komprehensif adalah beberapa poin evaluasi yang dibahas dalam kegiatan ini. Tentunya ini menjadi PR bagi kita kedepannya untuk lebih mengoptimalkan penyaluran tunjangan tersebut", jelas Bukhari
Selanjutnya, Faizul juga menjelaskan beberapa poin penting setelah kegiatan ini yaitu memastikan SKBK yang diapprove memang telah terpenuhi kelayakannya dan memastikan data golongan, rekening, NPWP pada SKAKPT telah valid juga mendorong kenaikan validitas data guru, terutama pada Insentif dan program lainnya serta melakukan sosialisasi regulasi dan teknis pengelolaan secara rutin. (Inmas)