Meranti(Inmas)- Pembentukan IPARI (Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia) Tingkat Provinsi Riau merupakan salah satu upaya untuk mendorong para penyuluh agar lebih terkonsolidasi , berkreasi, memberi ruang inisiatif, dan semakin menguatkan peran penyuluh di tengah masyarakat.
Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Kanwil Kementerian Agama Prov. Riau, Dr. H. Muliardi, M. Pd, yang juga di hadiri oleh Kepala Bidang PENAISZAWA Drs. H. Syafwan pada kegiatan Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Wilayah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Tingkat Provinsi Riau masa bakti 2023 -2027, di Hotel Angkasa Garden Pekanbaru, Selasa, 28/5/2024.
“Penyuluh Agama adalah ujung tombak Kementerian Agama di lapangan, oleh karena itu, saya berpesan untuk bekerja, berkarya di masyarakat, sebarkan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan dan penuh kedamaian", ungkap Muliardi.
Sementara itu, Ketua Umum IPARI yang telah resmi dilantik, Masrizal, menyatakan IPARI Riau yang telah terbentuk ini, berkomitmen untuk terus berinovasi dalam memajukan masyarakat.
“Dalam Rapat Kerja kali ini, kami membahas beberapa program kerja di bidang organisasi, sosial budaya, moderasi beragama, kode etik dan peningkatan kinerja penyuluh agama", jelasnya.
“IPARI ini adalah Organisasi profesi dari seluruh penyuluh agama dari seluruh lintas agama. Dan ini menjadi salah satu program kerja kementerian agama dalam rangka meningkatan kehidupan beragama yang ada di Indonesia. Sebagaimana yang tertuang di Permenpan no 9 tahun 2021”, ungkapnya lebih lanjut.
Hadir dalam pelantikan ini, Pembimas Budha, Pembimas Katolik, Pembimas Hindu, juga Ketua Tim Penerangan Agama Islam Hj. Ida Herida serta 40 orang Pengurus Wilayah IPARI Provinsi dari seluruh Kabupaten. Salah satunya Penyuluh Agama Islam Kemenag Kabupaten Kepulauan Meranti, Muhammad Rizki, S. Ag yang menjabat sebagai Sekretatis 1 dan M. Khalwani, S. H. I sebagai Anggota bidang Sumber Daya Manusia. (Mr)