Pinggir (Kemenag) – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Pinggir, Yessi Novrianty, S.Pd, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di MTs Nur Ilham Pinggir pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Kegiatan ini mengangkat tema “Dampak Pernikahan Dini” dan diikuti dengan antusias oleh para pelajar.
Dalam pemaparannya, Yessi menekankan bahwa pernikahan dini bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis remaja, tetapi juga pada masa depan pendidikan dan kehidupan sosial mereka. Islam, menurutnya, mengajarkan pentingnya kesiapan mental, spiritual, dan ekonomi sebelum memasuki pernikahan.
“Pernikahan itu ibadah yang mulia, namun harus dijalani dengan kesiapan yang matang. Remaja perlu fokus pada pendidikan dan pembentukan karakter terlebih dahulu, agar kelak mampu membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah,” ujar Yessi Novrianty.
Beliau juga mengingatkan bahwa pernikahan dini seringkali menimbulkan masalah seperti putus sekolah, kurangnya kesiapan ekonomi, dan rentannya konflik rumah tangga. Karena itu, remaja perlu memahami betul konsekuensi dari setiap pilihan hidup.
Kepala MTs Nur Ilham Pinggir, Azwarsyah, S.Pd.I, menyampaikan apresiasinya kepada KUA Kecamatan Pinggir atas terselenggaranya kegiatan ini. “Materi yang disampaikan Ibu Yessi sangat relevan dengan kondisi remaja kita saat ini. Kami berharap anak-anak lebih bijak dalam menyikapi pergaulan, lebih semangat belajar, dan tidak tergesa-gesa mengambil keputusan besar dalam hidup,” ungkapnya.
Kegiatan BRUS ini juga menghadirkan sesi diskusi interaktif, di mana para siswa diberi kesempatan bertanya mengenai pergaulan, cita-cita, dan pandangan Islam terhadap kesiapan menikah. Suasana hangat dan penuh semangat menjadikan kegiatan ini bermakna bagi para peserta.
Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Pinggir menegaskan
komitmennya untuk terus hadir mendampingi generasi muda agar terhindar dari
pernikahan dini, sekaligus mempersiapkan diri menjadi remaja yang sehat,
cerdas, dan berkarakter Islami.