0 menit baca 0 %

Pesan Kepulangan Santri Pondok Al-Utsaimin: Jaga Disiplin, Bina Hasanah, dan Teladani Adab di Rumah

Ringkasan: Kampar ( Kemenag )--menandai awal masa kepulangan santri Pondok Pesantren Al-Utsaimin untuk liburan panjang hingga 20 Juli 2025. Dalam momen ini, Mudir Pondok, Dr. Isnen Azhar, Lc., M.H., menyampaikan pesan penting kepada para wali santri agar liburan bukan menjadi masa bebas tanpa arah, melainkan k...

Kampar ( Kemenag )--menandai awal masa kepulangan santri Pondok Pesantren Al-Utsaimin untuk liburan panjang hingga 20 Juli 2025. Dalam momen ini, Mudir Pondok, Dr. Isnen Azhar, Lc., M.H., menyampaikan pesan penting kepada para wali santri agar liburan bukan menjadi masa bebas tanpa arah, melainkan kelanjutan dari proses pendidikan karakter dan ruhiyah.

 “Selama di pondok, anak-anak kita terbiasa menjaga shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an dua kali sehari, zikir pagi dan sore, shalat sunnah, hingga tahajud. Semua ini dibina agar anak-anak hidup dekat dengan Allah.”

Namun, lanjut beliau, semua itu akan sia-sia jika di rumah anak-anak tidak diawasi dan tidak diarahkan.

“Mustahil anak menjadi baik jika hanya dipaksa di pondok, sementara di rumah bebas tanpa kontrol. Kebaikan itu hanya tumbuh jika orang tua ikut mendisiplinkan dan mendidik.”

Beliau menegaskan bahwa pendidikan ini bertujuan meraih kebahagiaan hakiki, yakni Hasanah — hidayah yang melahirkan ketakwaan dan akhlak.

“Hasanah itu adalah menjadi pribadi shalih dan shalihah, anak-anak yang membawa kebaikan, bukan hanya pintar, tapi juga bertaqwa.”

Dr. Isnen pun mengutip pesan agung dari Ibnu Taimiyah:

"Inna f? ad-duny? jannatan, man lam yadkhulh? lam yadkhul jannata al-?khirah."

"Sesungguhnya di dunia ini ada surga, barang siapa yang tidak memasukinya, maka ia tidak akan masuk surga akhirat.”

Surga dunia itu, jelas beliau, adalah ketenangan hidup dalam ketaatan kepada Allah.

Sementara itu, Ketua Yayasan Lajnah Khairiyah Musytaraqah Bangkinang, Dr. Dasman Yahya Maali, Lc., M.A., mengingatkan pentingnya keteladanan dalam pendidikan. Ia mengisahkan bagaimana Imam Asy-Syafi’i begitu dihormati oleh muridnya.

“Diceritakan, seorang murid Imam Asy-Syafi’i pernah hendak minum, lalu melihat gurunya hadir. Karena adab, ia urungkan niatnya untuk minum. Inilah kekuatan pendidikan berbasis wibawa dan keteladanan.”

Dr. Dasman menekankan, rumah harus menjadi lanjutan dari pondok, bukan kebalikannya.

“Jika di pondok anak disiplin tapi di rumah lepas kontrol, maka rusaklah bangunan pendidikan. Orang tua wajib meneruskan pembinaan — menjaga salatnya, tilawahnya, adabnya, dan lingkungan sosialnya.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap santri yang menunjukkan prestasi terbaik dalam aspek akademik, ibadah, kedisiplinan, dan adab, Muhammad Syafiq Ilmi dinobatkan sebagai Juara Umum Pondok Al-Utsaimin tahun ini.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa ketekunan, kesungguhan, dan ketulusan dalam belajar akan selalu berbuah manis. ( Fatmi/ Hms PP L Utsaimin)