Indragiri Hulu (Kemenag) – Suasana Masjid Nurul Ar Ridho di Kecamatan Batang Cenaku pada Jumat (10/10/2025) dipenuhi dengan keheningan dan kekhusyukan saat Penyuluh Agama Islam P3K KUA Batang Cenaku, Muhammad Solihin, menyampaikan khutbah bertema “Ikhtiar dan Tawakkal kepada Allah SWT”. Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah untuk menanamkan nilai keseimbangan antara usaha manusia dan penyerahan diri kepada kehendak Allah sebagai kunci kedamaian batin dan keberkahan hidup.
Khutbah tersebut memberikan pesan mendalam kepada masyarakat agar tidak hanya berpasrah tanpa usaha, namun juga tidak mengandalkan kekuatan diri semata. Dengan gaya tutur yang lembut namun penuh makna, Muhammad Solihin menegaskan bahwa seorang Muslim sejati adalah mereka yang bekerja keras dengan penuh tanggung jawab, tetapi tetap menyandarkan hasilnya kepada Allah SWT.
“Ikhtiar adalah bentuk tanggung jawab
kita sebagai hamba, sementara tawakkal adalah wujud pengakuan bahwa segala
hasil berada di tangan Allah. Keduanya harus berjalan seimbang agar hidup penuh
berkah,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keseimbangan antara ikhtiar dan tawakkal merupakan cerminan dari kematangan spiritual dan kecerdasan iman seorang Muslim.
“Banyak di antara kita yang gigih
berusaha, namun lupa berdoa. Ada pula yang hanya berdoa tanpa berusaha. Padahal,
keduanya adalah dua sayap yang harus berjalan bersama,” tambahnya.
Pesan yang disampaikan dalam
khutbah tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi jamaah. Melalui kegiatan
seperti ini, Penyuluh Agama Islam tidak hanya berperan dalam penyebaran dakwah
di mimbar, tetapi juga turut memperkuat ketahanan moral dan spiritual masyarakat
di tingkat akar rumput. Kehadiran penyuluh di tengah-tengah umat menjadi
pengingat penting bahwa nilai-nilai agama harus hidup dalam keseharian,
menguatkan semangat kerja, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi tantangan
kehidupan.
Khutbah yang disampaikan
Muhammad Solihin di Masjid Nurul Ar Ridho ini menjadi salah satu bentuk nyata
peran aktif Kementerian Agama dalam membangun kesadaran keagamaan masyarakat
melalui pembinaan rohani yang tidak hanya menginspirasi, tetapi juga menuntun
umat untuk menjalani hidup dengan seimbang antara usaha dan keimanan.
(Reski)