0 menit baca 0 %

Pesantren Al Amin Dumai, Pesantren Sukses Jalankan Program Kemandirian

Ringkasan: Riau (Kemenag) - Program Bantuan Inkubasi Bisnis Pesantren merupakan bagian dari Program Kemandirian Pesantren yang telah diluncurkan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sejak 2021. Pada tahun 2024, program ini membawa semangat Tahun Kemandirian Pesantren Berkelanjutan dengan target mereplikasi m...

Riau (Kemenag) - Program Bantuan Inkubasi Bisnis Pesantren merupakan bagian dari Program Kemandirian Pesantren yang telah diluncurkan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sejak 2021. Pada tahun 2024, program ini membawa semangat “Tahun Kemandirian Pesantren Berkelanjutan” dengan target mereplikasi model kemandirian di ribuan pesantren yang mengelola unit usaha secara mandiri, serta membangun jaringan bisnis baik antar pesantren maupun dengan pihak lain.

Program yang didesain dalam sebuah konsep besar yang dinamakan Peta Jalan Kemandirian Pesantren ini juga dimanfaatkan oleh salah satu Pondok Pesantren di Provinsi Riau, Pondok Pesantren Al Amin Dumai.

Pondok pesantren yang dipimpin Kyai W.Zainal Abidin, S.Pd.I ini melalui berbagai unit usahanya sebagai Koperasi Produsen Kopontren Al Amin yang berdiri sejak 2010 telah menghasilkan beberapa produk usaha.

“Produk usaha yang kami kelola diantaranya Jamur Tiram, Depot Air Minum, Mini Market, Home Industri, Pupuk Kompos, Peternakan ( Biogas ), Perikanan, Pertanian ( cabe dll ) dan Pasca Panen Padi, Industri Konveksi dalam wadah KOPONTREN AL-AMIN sejak tahun 2010,” tutur Kyai Zainal Abidin.

Lebih lanjut Kyai yang sudah sampai mempromosikan produk Pondok Pesantrennya ke Luar Negeri ini mengatakan, Pesantren Al Amin juga mengelola kegiatan pendampingan terhadap Agregator dan Pendampingan serta Take Offer Produk Program Infratani Green House di Provinsi Riau untuk 6 Pondok Pesantren, yaitu PP. Yazid Rohul, PP. Ibnu Sina Siak, PP. Daarul Qur’an Darussalam Rohul, PP. Darul Huda Ukui Pelalawan, PP. At Thohiriyah Rohil dan PP. Darul Arofah Rohil pada tahun 2020.

“selain itu kami juga melakukan pendampingan terhadap Agregator dan Pendampingan Pertanian untuk 9 Pondok Pesantren, yaitu PP. As Syakirin Rohil, PP. Al Muhsinin Rohil, PP. Nurul Yakin Siak, PP. Al Irfanul Hakim Rohil, PP. Tarbiyatus Shibyan Rohil, PP. Bidayatul Hidayah Rohil, PP. Al Huda Al Ilahiyah Inhil, PP. Al Majidiyah Rohil, dan PP. Al Kautsar Pekanbaru pada tahun 2021”.

Pondok Pesantren yang memiliki jenjang pendidikan DTA, RA/TK, Ula/SD, Wustha/SMP, MA/SMA dan Tahfizhul Qur’an ini dipercaya menjadi fasilitator kerjasama untuk 10 Pondok Pesantren se Riau bersama Dompet Dhu’afa Cabang Riau.

“Sepuluh Pondok Pesantren tersebut adalah Al-Amin Dumai, Miftahul Qur’an Siak, Darul Huda lirik Inhu, Yazid Rohul, Daarul Qur’an Darussalam Rohul, Ibnu Sina Siak, Nurul Yakin Siak, Lilmuqorrobin AlIslami Siak, Al Hisa Pekanbaru,  dan Darul Huda Ukui Pelalawan”.

Dan juga menjadi menfasilitator kerjasama 10 Pondok Pesantren se Riau bersama Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah, Fakultas Ekonomi Bisnis (PEBS FEB) Universitas Indonesia dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS) Kementerian Keuangan.

“Sepuluh Pondok Pesantren tersebut adalah Al-Amin Dumai, Syafa’aturrosul Kuansing, Tahfidzul Qur’an Al Multazam Inhu, Yazid Rohul, Daarul Qur’an Darussalam Rohul, Ibnu Sina Siak, Nurul Yakin Siak, Ittihadul Muslimin Siak, Baitul Qur’an Dumai, dan At Thohiriyyah Rohil”.

Terakhir saya berharap pondok pesantren di Riau dapat berkolaborasi dalam pengembangan jaringan kerjasama sektor pertanian dan siap ikut menyuply kebutuhan dapur pesantren dan dapur antar Pesantren

“Dengan Program kemandirian pesantren ini dituntut untuk dapat lebih mandiri dan berdaya saing dalam mengelola usahanya, sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat”.