Kampar ( Kemenag )— Pesantren Al-Utsaimin kembali menunjukkan komitmennya dalam membina karakter para santri melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Santri (LDKS) yang digelar pada tanggal 20-21 Nopember 2025. Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, akhlak mulia, serta kemampuan dasar kepemimpinan bagi seluruh peserta didik.
Pimpinan Pesantren Al-Utsaimin Dr. Isnen Azhar LC MH menyampaikan bahwa LDKS bukan sekadar agenda rutin, tetapi merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter santri.
“Melalui kegiatan LDKS, Pesantren Al-Utsaimin berkomitmen membentuk generasi berakhlak mulia, disiplin, dan mampu memimpin dengan keteladanan. Semoga setiap ilmu, nasihat, dan pengalaman yang diterima menjadi bekal bagi para santri untuk memimpin diri, menebar manfaat, dan menjadi cahaya bagi umat,” ungkapnya.
Kegiatan LDKS berlangsung dengan berbagai sesi pembinaan, motivasi, kerja tim, serta pelatihan kepemimpinan yang dikemas secara edukatif dan inspiratif. Para santri diajak untuk memahami pentingnya kedisiplinan, komunikasi, manajemen diri, dan keteladanan sebagai dasar seorang pemimpin.
Selain Ma’had Al-Utsaimin, Yayasan Lajnah Khairiyah Musytarakah juga menaungi Pesantren Tahfizh Usman bin Affan, yang menawarkan pendidikan Al-Qur’an terarah, disiplin, dan sarat pembinaan adab. Pesantren ini menjadi pilihan tepat bagi orang tua yang menginginkan lingkungan terbaik untuk putra-putra mereka dalam menghafal Al-Qur’an sekaligus pembinaan karakter.
Di pesantren tersebut, para santri dibimbing dengan metode hafalan yang sistematis, menargetkan 30 juz bersanad, serta mendapatkan ijazah resmi SMP dan SMA Dinas Pendidikan. Selain itu, tersedia pula program Muadalah Universitas Islam Madinah yang menjadi nilai tambah bagi para santri yang ingin melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah.
Lingkungan pesantren yang kondusif, pengawasan akhlak yang intensif, serta pendampingan oleh ustadz-ustadz profesional menjadikan Pesantren Tahfizh Usman bin Affan sebagai tempat terbaik bagi putra-putra yang ingin fokus menjalani pendidikan Al-Qur’an secara mendalam.
Fatmi