0 menit baca 0 %

PESERTA DIDIK MIS AL-FIRDAUSY SIMULASI ANBK

Ringkasan: Indragiri Hulu, (Inmas). Peningkatan sistem evaluasi pendidikan adalah bagian dari kebijakan Merdeka Belajar yang juga didukung penuh oleh Presiden Joko Widodo. Tujuan utamanya adalah mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik.

Indragiri Hulu, (Inmas). Peningkatan sistem evaluasi pendidikan adalah bagian dari kebijakan Merdeka Belajar yang juga didukung penuh oleh Presiden Joko Widodo. Tujuan utamanya adalah mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. Untuk itu, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia akan melaksanakan Asesmen Nasional Tahun 2021.
Merdeka belajar adalah kebijakan besar dalam rangka mewujudkan transformasi pengelolaan pendidikan di Indonesia. Salah satunya dengan menghapus Ujian Nasional (UN) diganti Asesmen Nasional (AN).
Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) mengukur literasi membaca dan numerasi sebagai hasil belajar kognitif, dan yang mengikuti asesmen adalah murid.
Survey Karakter mengukur sikap, kebiasaan, nilai nilai (values) sebagai hasil belajar non kognitif dan yang mengikuti survey murid dan guru.
Survey Lingkungan Belajar mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran dan yang mengikuti survey kepala satuan pendidikan.
Bahwa dalam rangka persiapan untuk mengikuti Asesmen Nasional Tahun 2021, maka pada hari Rabu 1 September 2021 peserta didik kelas V Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al-Firdausy Pematang Reba melaksanakan simulasi mandiri ANBK melalui website yang disediakan oleh Pusmenjar (Pusat Asesmen dan Pembelajaran) Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia.
Simulasi dilaksanakan dengan tujuan pengenalan sistem, bentuk/jenis variasi soal yang akan digunakan ketika mengikuti ANBK (Asesmen Nasional Berbasisi Komputer) sehingga ketika mengikuti Asesmen Nasional terlaksana dengan baik dan lancar, ujar Suhaida, S.Pd.I.
Peserta ANBK adalah siswa – siswi pendidikan dasar dan menengah yang di pilih secara acak dan dikuti oleh jumlah maksimal 30 orang siswa tingakat SD/MI, 45 orang siswa tingkat SMP/MTs, dan 45 orang siswa tingkat SMA/SMK/MA di satuan pendidikan.(tulang)