Petang Berlimau Jangan Menyimpang
Ringkasan:
Rantaubaru (Humas) - Petang Megang ini merupakan tradisi leluhur Melayu. Untuk itu perlu dilestarikan sebagai khazanah kekayaan budaya. Akan tetapi perlu dijaga jangan sampai menyimpang dan menyeleweng dari nilai Islam dan nilai budaya Melayu itu sendiri.
Rantaubaru (Humas) - Petang Megang ini merupakan tradisi leluhur Melayu. Untuk itu perlu dilestarikan sebagai khazanah kekayaan budaya. Akan tetapi perlu dijaga jangan sampai menyimpang dan menyeleweng dari nilai Islam dan nilai budaya Melayu itu sendiri.
Hal itu disampaikan H. Griven, M.Ag, Pembina Forum Peduli Negeri (FPN) Rantaubaru saat upacara Petang Berlimau di Desa Rantaubaru Kecamatan Pangkalan Kerinci, Ahad (7/7).
“Jangan karena acara Petang Berlimau ini membuat kita lupa salat Asar, dan melakukan kegiatan tak terpuji lainnya. Perbuatan tidak terpuji itu akan mencoreng dan menurunkan marwah kita,†kata Griven.
Pesan yang sama juga disampaikan kepala Desa Rantaubaru, M. Syahir AM yang didampingi Sektretarisnya, Rudi Hartono.
“Selama kegiatan ini berlangsung, jaga ketertiban dan keamanan,†pesan alumni Pesantren Daarun Nahdhan tersebut mengingatkan warganya.
Acara Petang Berlimau yang dilaksanakan di “Tepian Langit†Desa Rantaubaru ini dimeriahkan dengan pertunjukan seni musik. Selain pertunjukan musik baik berirama Melayu, dangdut maupun kasidah, pemuda desa juga melakukan pacu sampan, panjat batang pinang dan lomba perahu robin.
Pada kesempatan itu turut hadir sejumlah tokoh masyarakat Desa Rantaubaru baik yang berdomisili di Rantaubaru maupun di luar Rantaubaru, seperti dari Pekanbaru, Kandis, Perawang-Siak dan daerah lainnya.
“Kita berharap ke depan acaranya bisa lebih meriah lagi. Untuk itu kami perlu dukungan dari seluruh masyarakat Rantaubaru baik yang menetap di Rantaubaru ini maupun di luar desa ini,†kata Marjohan, ketua panitia saat memberi sambutan di depan ratusan warga. (ghp)