Dumai (Inmas) – Perkumpulan Guru Swasta Madrasah (PGSM. KD) Kota Dumai menggelar audiensi dan silaturahmi dengan Kakan Kemenag Dumai Drs. H. Syafwan yang didampingi Kasubbag TU Kankemenag Dumai, Drs. H. Ade A. Yani di ruang kerja Kakan Kemenag Dumai, Kamis (18/02/2021).
Dalam audiensi itu, PGSM KD memaparkan simulasi persiapan pembelajaran tatap muka di Kota Dumai dihadapan Kakan Kemenag Dumai. Simulasi itu merujuk kepada Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Desain pembelajaran tatap muka langsung itu berdasarkan banyaknya keluhan masyarakat dan terlebih orang tua siswa siswi dan juga kurangnya fasilitas penunjang pelaksanaan lainnya.
Terkait pembelajaran tatap muka langsung, Kasubbag TU Kankemenag Dumai, Drs. H. Ade A. Yani pun menyarankan agar lebih berhati-hati dan pihak madrasah harus bisa lebih siap termasuk para gurunya.
Selain itu, dia juga menyarankan agar tenaga pendidik bisa merancang model pembelajaran online yang menarik dan lebih kreatifitas.
“Seperti model pembelajaran yang tidak membosankan dan tidak memberatkan orang tua dan peserta didik begitu juga dengan penilaian, jangan berdasarkan online karena bisa saja yang mengerjakan tugas-tugas itu adalah orang tuanya atau keluarganya,” ujarnya.
Sementara itu, Kakan Kemenag Dumai Drs. H. Syafwan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas gagasan dan desain pembelajaran tatap muka langsung yang disampaikan oleh PGSM KD.
Dirinya juga tak menampik atas keresahan yang dialami masyarakat ditengah pandemi Covid-19 saat ini.
Namun untuk saat ini H. Syafwan belum berani memberikan izin pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka langsung di madrasah swasta, karena menurutnya untuk pembelajaran tatap muka kita harus siap dulu.
“Kita harus sangat siap, karena isi dari SKB 4 Menteri masih perlu di terjemahkan lebih luas lagi,” terangnya.
Kakan Kemenag Dumai pun menyarankan agar tenaga pendidik berinisiatif mendatangi alamat orang tua siswa untuk memberikan pemahaman sekaligus berdiskusi.
“Sampaikan kepada orang tua siswa bahwa saat di tengah kondisi ini, izin untuk melaksanakan proses pembelajaran tatap muka langsung akan diberikan kalau madrasah tersebut sudah sesuai dengan SKB 4 Menteri dan mendapatkan izin rekomendasi dari Tim Satgas Covid-19 Kota Dumai,” tegasnya.
Pada kesempatan itu juga, turut hadir pula Ketua Umum PGSM KD, Asril, S.Ag, dan Sekretaris Umum Sihol Siahaan berserta rombongan. (Arief)