Pinmas Taja Pengelolaan Data dan Informasi di Provinsi Riau
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Kepala Bidang Data Pinmas Kemenag RI, Drs Afrizal Zen M Si, didampingi Kabid Mapenda Drs H Mahyudin MA dan Kasubbid Data Keagamaan Pinmas Kemenag RI, Drs H Farid N Arif, Jumat (12/10) membuka secara resmi Kegiatan Koordinasi Pengelolaan Data dan Informasi yang di taja oleh Pinmas...
Pekanbaru (Humas)- Kepala Bidang Data Pinmas Kemenag RI, Drs Afrizal Zen M Si, didampingi Kabid Mapenda Drs H Mahyudin MA dan Kasubbid Data Keagamaan Pinmas Kemenag RI, Drs H Farid N Arif, Jumat (12/10) membuka secara resmi Kegiatan Koordinasi Pengelolaan Data dan Informasi yang di taja oleh Pinmas Kemenag RI di ruang Mahoni Hotel Furaya Pekanbaru.
Acara diikuti 35 orang peserta terdiri dari TU, Kabid, Pembimas dan Kasubbag Kakanwil Kemenag Riau 12, TU dan staf Kankemenag Kabupaten/ Kota 22 orang, dan Kepri 1 orang. Dengan tujuan mengyatukan langkah dan pengelolaan data di Kemenag.
Kakanwil Kemenag Riau, Drs H Tarmizi MA yang diwakili oleh Kabid Mapenda Kanwil Kemenag Riau, Drs H Mahyudin MA dalam sambutannya mengatakan, keberadaan data yang akurat sangat diperlukan dalam rangka memperlancar proses kerja dan anggaran.
"Tanpa data yang akurat akan berpengaruh pada prose penganggaran, contoh konkrit dana BOS, jika data siswa tidak valid maka anggaranpun akan kacau akibatnya terjadinya kekurangan anggaran karena penambahan data yang terus menerus. Untuk itu, kita sangat mendukung kegiatan ini dalam rangka validasi data- data kementerian agama," ungkapnya.
Sementara itu, Kabid Data Pinmas, Afrizal Zein menegaskan, untuk melakanakan kegiatan pengelolaan data sebelumnya dijadwalkan di 33 provinsi, karena adanya pengurangan anggaran maka kegiatan tersebut hanya dilakukan di beberapa provinsi saja, termasuk Makassar, Banjarmasin, Riau dan Sumatera Barat.
Menurutnya, dalam data terdapat dua kata kunci yaitu koordinasi dan data. Dimana koordinasi tidak segambang yang diucapkan karena ada 4 kualitas data, yaitu valid, lengkap atau komprehensif, cepat dan tepat. "Dengan adanya kegiatan ini, pegelolaan data khsusnya provinsi Riau bisa lebih baik," harapnya. (mus)