Kampar ( Humas )- Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Kampar Ricana Jayanti Hambali dalam hal ini diwakili Wakil Ketua Pokja 1 Fatmi sekaligus Humas Kemenag Kampar menghadir Milad Aisyiyah ke 107 dengan tema "Memperkokoh dan Memperluas Dakwah
Kemanusiaan Semesta" ' yang dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Mu'alillimin Muhammadiyah Bangkinang Kota, Jumat; 14/6/2024.
Sementara itu Ketua PD Aisyiyah Kab. Kampar Nurasma menyampaikan Milad 'Aisyiyah ke 107 tahun ini, juga menjadi momentum yang penting untuk terus menguatkan komitmen 'Aisyiyah dalam melakukan dakwah kemanusiaan universal. Dakwah kemanusian semesta yang diusung sebagai tema menggambarkan kerja-kerja ‘Aisyiyah sebagai dakwah yang melintas batas agama, bangsa dan negara. Melalui tema ini 'Aisyiyah mengingatkan kembali masyarakat Indonesia bahwa perempuan berkemajuan dalam perspektif Islam didorong untuk menjalankan peran keagamaan yang menyebarkan nilai nilai kemanusiaan semesta.
Aisyiyah merupakan organisasi otonom bagi perempuan Muhammadiyah. Digagas oleh Nyai Siti Walidah bersama suaminya, KH Ahmad Dahlan, kini ‘Asyiyah menjelma sebagai gerakan perempuan muslimah berkemajuan terbesar di Indonesia, dan bahkan dunia.
‘Aisyiyah bermula dari perkumpulan bernama Sopo Tresno, forum pengajian Alqur’an dan baca tulis khusus untuk kaum perempuan yang dibina oleh KH Ahmad Dahlan sejak 1914 di Kauman, Yogyakarta. Perkumpulan Sopo Tresno inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya ‘Aisyiyah, gerakan perempuan muslimah berkemajuan. Sungguh, ada makna filosofis sangat mendalam yang dapat kita gali dari balik kata Sopo Tresno ini. Jika kita telisik, makna filosofis tersebut sangat dibutuhkan dan sangat kontekstual di era kekinian dimana saat ini persatuan dan kesatuan umat manusia di dunia tengah diuji.
Ketua PW Aisyiyah Provinsi Riau Hikmani menyampaikan bahwa Aisyiyah ini sudah go internasional tidak hanya orang muslim saja yang didakwahi tetapi sudah menyebar kepada rahmatal lilalamin, semua manusia, lintas agama karena aisyiyah itu adalah organisasi dakwah Islam perempuan Muhammadidiyah. Perkembangan ‘Aisyiyah di kanca internasional melalui Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) sudah tercatat berdiri di sepuluh negara. Kehadiran PCIA ini sebagai upaya internasionalisasi gerakan ‘Aisyiyah.
Aisyiyah sudah memiliki 10 PCIA yakni Kairo-Mesir, Australia, Malaysia, Islamabad-Pakistan, Sudan, Taiwan, Turki, Hongkong, Jepang, serta Britania Raya dan Irlandia.
PCIA ini sudah bergerak seperti kita di Indonesia berbuat untuk umat mencerahkan perempuan untuk berkemajuan Aisyiyah mempunyai risalah namanya risalah Perempuan Berkemajuan. Risalah Perempuan Berkemajuan menetapkan tujuh Karakter Perempuan Berkemajuan: 1) Iman dan Takwa, 2) Taat beribadah, 3) Akhlak Karimah, 4) Berfikir Tajdid, 5) Bersikap Wasatiyah, 6) Amaliah Salihah, dan 7) Sikap Inklusif. ungkap Hikmani
Turut Hadir Ketua PW Muhammadiyah Provinsi Riau, Hendri Suyuti, Ketua PW Aisyiyah PProvinsi Riau Hikmani, Ketua PD Muhammadiyah Kab. Kampar yang diwakili Sekretaris Mardalis, Plt. Ketua DWP Kabupaten Kampar T. Yani
Ahmad Yuzar, Ketua GOW Kabupaten Kampar Ketua TP PKK yang diwakili Wakil Ketua Pokja I Fatmi, Ketua BKMT, Kepala MA dan MTs Muallimin Bangkinang. ( Fatmi )