0 menit baca 0 %

Plt. Ka. Kanwil Kemenag Provinsi Riau Jadi Narasumber Pada Pelatihan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan di Kab. Rokan Hilir

Ringkasan: Rokan Hilir (Inmas) Memasuki hari keempat kegiatan Pelatihan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan di Kabupaten Rokan Hilir, Loka Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Pekanbaru menghadirkan Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Dr.

Rokan Hilir (Inmas) – Memasuki hari keempat kegiatan Pelatihan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan di Kabupaten Rokan Hilir, Loka Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Pekanbaru menghadirkan Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Dr. H. Muliardi, M.Pd sebagai Narasumber untuk memperkaya wawasan 30 peserta pelatihan yang berasal dari unsur BP4, MUI dan Penyuluh Agama, Kamis (25/04/2024).

Pelatihan yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir ini turut dihadiri oleh Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir, H. Khairul, S.Ag, Ketua Panitia dari Loka Diklat Keagamaan Pekanbaru, Aryati, S.Pd beserta anggota Rika Fitria, A.Md dan Pengelola Kepegawaian Kantor Kemenag Rokan Hilir, Nova Novita, S.AP.

Dalam kesempatan tersebut Muliardi memberikan materi tentang Pembangunan Bidang Agama. Mengawali materinya, Muliardi menyampaikan perihal program prioritas yang diterbitkan oleh Menteri Agama melalui Surat Edaran No. SE 2 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan tugas Penyuluh Agama dan Penghulu dalam mendukung program prioritas pemerintah.

Muliardi menjelaskan bahwasanya terdapat 4 Program Prioritas Menteri Agama yang dituangkan dalam Surat Edaran tersebut, yaitu : penurunan stunting, penanggulangan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Melalui Surat Edaran tersebut Menteri Agama meminta kepada para Penyuluh Agama dan Penghulu agar berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah.

“Saya ingin menggiring mindset kita bahwasanya Gus Men itu mendukung program Presiden Jokowi dalam rangka mempersiapkan Indonesia Emas 2045. Dalam hal ini yang menjadi fokus utama pemerintah adalah penurunan angka stunting" tegas Muliardi.

Maka dari itu menurutnya permasalahan stunting perlu untuk diselesaikan, salah satunya melalui peran Penyuluh dan BP4 dalam memberikan pendampingan dan mensosialisasikan pentingnya menyiapkan kesehatan yang prima kepada calon pengantin yang akan melangkah ke jenjang pernikahan, salah satunya melalui pendekatan keagamaan.

Sementara itu berkaitan dengan materi tentang Pembangunan Bidang Agama, Muliardi menerangkan bahwa Pemerintah telah berupaya mensinergikan kebijakan pembangunan bidang agama sehingga dapat tercipta kesamaan persepsi diantara pihak – pihak terkait dalam mencapai tujuan pembangunan di bidang agama.

“Pembangunan di bidang agama bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang taat beragama dan saling menghormati antar pemeluk agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kita semua bersaudara sebangsa dan setanah air meskipun keyakinan berbeda” tandasnya.

Seluruh peserta Diklat terhipnotis oleh pemaparan materi yang disampaikan Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Riau tersebut. Diakhir pemaparannya Muliardi membuka sesi sharing dan diskusi bersama peserta pelatihan, tampak para peserta antusias memanfaatkan kesempatan yang diberikan untuk bertanya atau mengungkapkan gagasannya seputar materi yang diberikan. (Humas)