Riau – Metode penetapan awal Ramadhan 1445 H/2024 M kemungkinan akan terjadi perbedaan. Metode pentepan awal Ramadhan dengan kriteria wujudul hilal (keberadaan hilal) akan memulai ibadahnya pada tanggal 11 maret 2024, sementara pemerintah baru akan melaksanakan rukyat dan sidang isbat pada tanggal 10 Maret 2024.
Menyikapi kemungkinan terjadinya perbedaan tersebut, Pelaksana tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Dr. H. Muliardi, M. Pd mengharapkan kepada umat Islam agar tetap menjunjung tinggi nilai toleransi dan saling menghargai perbedaan satu sama lain.
“Kemungkinan awal ramadhan akan terjadi perbedaan, Saya harap dan saya pesan kepada masyarakat Riau untuk tetap menjaga kerukunan dan silaturrahmi baik sesama umat islam maupun non islam. Meskipun berbeda tetap saling menghargai perbedaan satu sama lain dengan menjunjung tinggi nilai toleransi”.
Selain itu Muliardi juga meminta para penceramah dan tokoh agama untuk menyampaikan pesan – pesan ketaqwaan dan pererat silaturrahmi dalam mengisi kegiatan ibadah di bulan Ramadhan.
“kepada penceramah, tokoh agama di imbau untuk terus menyampaikan pesan-pesan taqwa dan saling mempererat persaudaraan dalam mengisi kegiatan ibadah selama ramadhan untuk menjaga persatuan dan kesatuan dengan mengacu kepada Surat Edaran Menteri Agama No. 9 Tahun 2023 tentang pedoman ceramah agama”.