Siak (Kemenag) – Dengan tampilan Astaka megah yang merupakan Mahakarya santri, untuk ke-37 kalinya, Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin, Kampung Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib, Siak kembali menggelar kegiatan terbesar di Ponpes tertua di Kabupaten Siak tersebut, (03/09/2025). Kegiatan yang sudah berlangsung puluhan tahun tersebut disebut dengan istilah “Yaumutta’aruf” atau dikenal dengan hari perkenalan antara pihak Pondok Pesantren dengan wali santri, khususnya santri baru.
Seperti disebutkan oleh Ustadz Jamaludin selaku Ketua Panitia Yaumut Ta’aruf tahun 2025, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan dan merupakan kegiatan terbesar yang ada di dalam Pesantren Ittihadul Muslimin. Kegiatan yang merupakan urunan antara pihak Pondok Pesantren dan wali santri ini dalam rangka memperkenalkan keluarga Ponpes Ittihadul Muslimin beserta system dan kurikulumnya kepada pemerintah dan khususnya para wali santri.
Sementara itu, Irsansi selaku pimpinan bidang kesiswaan menyampaikan tentang sejarahnya Ponpes Ittihadul Muslimin dan makna hakikat kegiatan Yaumut Ta’aruf, “Ponpes Ittihadul Muslimin ini berdiri awal rancangan tahun 1987 dan secara resmi tanggal 06 Februari 1988 yang awalnya ditempatkan di Desa Buatan II dan pindah ke Desa Pangkalan Pisang pada tahun 1992.
Ponpes ini berdiri atas prakarsa seorang ulama bernama Buya Ridwan Ali Salami asal Kabupaten Kuantan Singingi dan menetap di Kota Pekanbaru yang waktu itu berdakwah di desa Buatan II. Sampai saat ini Ponpes Ittihadul Muslimin telah memiliki sekitar 400 santri dengan 53 orang ustadz/ah”.
Dalam acara Yaumut Ta'aruf ini, hadir sejumlah pejabat penting seperti Staf Ahli Bupati, Drh. Hj. Susilawati mewakili Bupati Siak, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Siak Diwakili Pengawas Madrasah, Fadlullah, Anggota DPRD Kabupaten Siak, Robi Cahyadi dan Sudarman, Camat Koto Gasib, Kepala KUA Kecamatan Koto Gasib, H. Zul Azmi, Polsek Koto Gasib, Ketua MUI Kecamatan Koto Gasib, FKPP (Forum Komunikasi Pondok Pesantren) Kabupaten Siak, Kepala Kampung Se Kecamatan Koto Gasib, Pengurus Yayasan, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan Ratusan Wali santri. (Hd)