Kampar ( Kemenag )---Pondok Pesantren Mu’allimin Muhammadiyah Bangkinang Kota menggelar Workshop Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta selama dua hari, 27–28 Desember 2025, bertempat di Aula Buya Alimuddin. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pesantren dalam memperkuat kualitas pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas.
Workshop secara resmi dibuka oleh Pimpinan Pondok Pesantren Mu’allimin Muhammadiyah Bangkinang Kota, Drs. Muhammad Yunus Amran. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan di pesantren harus terus bertransformasi tanpa kehilangan ruhnya. Menurutnya, pendekatan deep learning yang dipadukan dengan nilai cinta sangat relevan untuk membentuk santri yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara akhlak dan kepribadian.
“Pendidikan yang kita bangun di Mu’allimin bukan sekadar transfer ilmu, tetapi proses menumbuhkan kesadaran, karakter, dan cinta terhadap ilmu itu sendiri. Kurikulum berbasis cinta adalah fondasi penting dalam membentuk generasi yang berilmu, beradab, dan berkemajuan,” ujar Drs. Muhammad Yunus Amran.
Pada hari pertama, workshop diisi oleh Ibu Nefri Leni, S.E., M.Pd, Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Padang. Ia memaparkan konsep deep learning sebagai pendekatan pembelajaran yang mendorong pemahaman mendalam, berpikir kritis, reflektif, dan kontekstual. Pendekatan tersebut diperkaya dengan penanaman nilai cinta sebagai ruh kurikulum, sehingga proses belajar tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada kematangan emosional dan spiritual peserta didik.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan penguatan kapasitas bagi para guru dan tenaga pendidik Pondok Pesantren Mu’allimin Muhammadiyah Bangkinang Kota dalam membangun pembelajaran yang humanis, bermakna, dan relevan dengan tantangan zaman. Para peserta didorong untuk menghadirkan praktik pendidikan yang menyentuh akal, hati, dan karakter santri dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui workshop ini, Pondok Pesantren Mu’allimin Muhammadiyah Bangkinang Kota diharapkan semakin mengokohkan perannya sebagai lembaga pendidikan kader yang unggul dalam keilmuan sekaligus konsisten menanamkan nilai-nilai cinta, keteladanan, dan karakter berkemajuan. Sebab, ilmu yang paling dalam adalah ilmu yang disampaikan dengan cinta.
Fatmi