Tapung ( Kemenag )---Dalam rangka membina spiritualitas dan mempererat ukhuwah di kalangan santri, Pondok Pesantren Nahdatul Ulum menggelar kegiatan MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) pada Jumat malam (1/8). Kegiatan yang penuh makna ini diikuti oleh seluruh santriwan dan santriwati dengan antusias dan khidmat.
Acara diawali dengan istighosah, yang dipimpin langsung oleh Pimpinan Pondok, Ustaz Aris Jauhari, sebagai bentuk permohonan ampun dan penguatan spiritual di tengah kehidupan yang penuh tantangan. Suasana hening dan haru menyelimuti malam itu ketika lantunan doa bersama menggema di aula pesantren.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan saritilawah yang menyentuh hati, menjadi pengantar renungan malam bagi para santri. Kemudian, para santri menampilkan drama singkat yang sarat pesan moral dan keislaman, menunjukkan kreativitas serta pemahaman mereka terhadap nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Tak kalah menarik, malam tersebut juga diisi dengan ceramah singkat yang memberikan pencerahan dan motivasi, dilanjutkan dengan sholawatan bersama yang menambah kekhusyukan dan semangat cinta kepada Rasulullah SAW
Acara ditutup dengan doa bersama dan makan malam berjamaah, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan penuh kekeluargaan.
Pimpinan pondok menyampaikan harapannya agar kegiatan MABIT ini menjadi momentum penting bagi para santri untuk semakin mencintai ibadah, menguatkan akhlak, serta menjadi generasi yang tangguh dan berjiwa islami.
“Kami ingin membentuk santri yang tidak hanya cerdas, tapi juga berakhlak mulia dan memiliki kedekatan yang kuat dengan Allah SWT,” ujar Ustaz Aris Jauhari.
Dengan terselenggaranya MABIT ini, Pondok Pesantren Nahdatul Ulum terus menunjukkan komitmennya dalam membina santri secara menyeluruh — akal, jiwa, dan spiritualitas — demi mencetak generasi Islam yang berkualitas dan berdaya saing. ( Fatmi/ Humas PP NU )