Rokan
Hilir (inmas)- Pondok pesantren (Ponpes) Bidayatul Hidayah (BHD) di Kepenghuluan
Ujung Tanjung Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir Riau, Kamis (27/5) kemarin
menggelar wisuda santri tingkat Madrasah Aliyah (MA) angkatan ke III.
Wisuda
diikuti 152 santri laki-laki dan perempuan ini tidak mengundang pejabat manapun
baik Pemerintah Daerah (Pemda) Kab. Rokan Hilir maupun pihak Kementerian Agama.
Acara hanya mengundang wali santri secara terbatas.
Setelah
dikonfirmasi dengan Kepala MA Pontren Bidayatul Hidayah, Ust. Abdussattar, S.Pd.I,
ia membenarkan hal tersebut.
โKami
sengaja tidak mengundang pihak pemerintah manapun karena menghindari kerumunan orang
banyak, yang dikhawatirkan adalah covid 19, maka dari itu kami hanya mengundang
wali santri, itu pun terbatas hanya 2 orang,โ ungkapnya.
Ada yang
unik dan antik saat prosesi wisuda 152 santri tersebut, yaitu santri berikrar kesetiaannya
terhadap NKRI, Pancasila dan UUD 45.
Alasan
dibacakannya ikras setia kepada bangsa dan negara, Kiyai Muhammad Hasanuddin saat
menyampaikan sambutan atas nama pimpingan atau pengasuh pondok pesantren mengatakan
bahwa ia menyadari ย dalqm sejarah kemerdekaan
Indonesia ulama dan santri sangat dominan kontribusinya.
โkita tahu dalam sejarah kemerdekaan Indonesia perjuangan ulama l, santri dan ummat Islam sangat dominan. Maka santri sudah seharusnya setia kepada negara dan merawat dengan sebaik-baiknya, sebagai wujud penghargaan kita kepada para syuhada bangsa,โ jelasnya.
Diantara
acara yang membuat riuh tepuk tangan para santri dan wali adalah di tampilkannya
12 santri terbaik dengan memberikan uang motivasi yang bervariasi. Terbai 1 memperoleh
dana motivasi 3 juta dan yang terbaik 12 dari 152 santri 300 ribu. (Nsh)