0 menit baca 0 %

Ponpes Ar-Rahmah Petapahan Gelar Loka Karya: Tingkatkan Kompetensi Guru dalam Penguasaan Kelas dan Asesmen Otentik

Ringkasan: Petapahan (Kemenag) -Pondok Pesantren Ar-Rahmah Petapahan menyelenggarakan kegiatan loka karya bertajuk "Menjadi Guru Hebat; Penguasaan Kelas & Penyusunan Asesmen Otentik", Selasa (22/7/2025).Kegiatan ini menghadirkan narasumber M. Hariri Mustofa, M.Pd, yang menyampaikan materi inspiratif seputar st...

Petapahan (Kemenag) -Pondok Pesantren Ar-Rahmah Petapahan menyelenggarakan kegiatan loka karya bertajuk "Menjadi Guru Hebat; Penguasaan Kelas & Penyusunan Asesmen Otentik", Selasa (22/7/2025).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber M. Hariri Mustofa, M.Pd, yang menyampaikan materi inspiratif seputar strategi pengelolaan kelas yang efektif dan teknik penyusunan asesmen otentik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Bertempat di ruang pertemuan madrasah, acara berlangsung dengan antusias yang tinggi dari para guru peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan tenaga pendidik di lingkungan Ponpes Ar-Rahmah semakin siap menghadapi tantangan pendidikan abad 21 dengan pendekatan yang lebih profesional dan inovatif.

Loka karya ini juga menjadi bagian dari komitmen pondok pesantren untuk membentuk pendidik yang tidak hanya cakap secara akademik, namun juga berkarakter dan inspiratif.

Dalam sambutannya, pimpinan Pondok Pesantren Ar-Rahmah Petapahan, KH. M. Nur, M.Kn, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

ย โ€œKegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kita berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas guru-guru kita. Seorang guru yang hebat bukan hanya menguasai materi, tetapi juga mampu membentuk karakter dan menggugah semangat belajar para santri. Saya berharap loka karya ini memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di pesantren kita,โ€ ungkapnya

Acara ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Ponpes Ar-Rahmah Petapahan dalam mencetak pendidik yang profesional, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan pelatihan semacam ini, diharapkan para guru mampu menyusun asesmen yang tidak hanya mengukur pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan sikap siswa secara autentik. (Fatmi/Cicy/ Zaipul)