Siak (Kemenag) - Dalam upaya mendukung gerakan pelestarian lingkungan hidup berbasis nilai-nilai keislaman, Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin Koto Gasib mengutus salah satu asatidz (pengajar) terbaiknya untuk mengikuti Pelatihan Pengembangan Pesantren Ramah Lingkungan yang diselenggarakan di Hotel Tjokro, Pekanbaru, pada 1–4 Juli 2025.
Kegiatan ini diinisiasi sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran ekologis di kalangan pesantren dan masyarakat. Pelatihan ini dihadiri oleh berbagai kalangan penting, termasuk pakar dan peneliti lingkungan dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta Duta Lingkungan Provinsi Riau, yang memberikan materi dan diskusi interaktif mengenai pentingnya peran pesantren dalam menjaga kelestarian alam.
Asatidz yang mewakili Ponpes Ittihadul Muslimin mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias, mulai dari diskusi kebijakan lingkungan berbasis Islam, praktik pengelolaan sampah ramah lingkungan, hingga rencana aksi penghijauan berbasis pesantren.
“Kami merasa sangat bersyukur bisa dilibatkan dalam kegiatan ini. Banyak wawasan baru yang kami dapatkan, dan tentu akan kami terapkan di lingkungan pondok agar menjadi pesantren yang tidak hanya mencetak generasi berakhlak, tapi juga peduli terhadap lingkungan,” ujar perwakilan asatidz dari Ponpes Ittihadul Muslimin.
Pimpinan pondok, Irsansi juga menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggara pelatihan dan berharap langkah ini menjadi awal transformasi pesantren menjadi pusat edukasi dan aksi lingkungan hidup.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pesantren bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga bisa menjadi motor penggerak perubahan sosial dan lingkungan yang positif di tengah masyarakat. (JA/Hd)